Dugaan Pengalihan Bantuan Bibit Ayam, UPT Perikanan dan Peternakan, Ngaku Tak Punya Data

Foto Ilustrasi
Sumedang, KORSUM.NET-Kepala UPT Perikanan dan Peternakan Wilayah Kecamatan  Wado, Ir. Leti Nuryati mengaku pihaknya tidak mengetahui adanya keluhan dugaan pengalihan bantuan bibit ayam dari Kementerian.

"Kalau adanya keluhan RTM penerima yang diduga di alihkan, Kami tidak mengetahui hal tersebut,  karena Kami dalam hal ini hanya sebagai Petugas Kesehatan Hewan dan vaksinator. Lebih baik kalau masalah pengalihan penerima menanyakannya ke Pihak Pendamping Desa," akunya saat dikonfirmasi KORSUM.NET melalui Whatsappnya, Rabu (4/9).

Sementara itu ketika ditanya apakah pihak UTP Perikanan dan Peternakan mempunyai data RTM yang mendapatkan bantuan bibit ayam tersebut. Leti menjawab kalau yang memegang data RTM tersebut adalah pihak pendamping desa.

"Yang megang data RTM itu pendamping," jawabnya singkat

Seperti diberitakan KORSUM.NET edisi sebelumnya, dimana sejumlah warga RTM Desa Ganjaresik penerima bantuan bibit ayam, mengeluh karena merasa tidak menerima bantuan tersebut, padahal namanya tercantum sebagai penerima.

Hal tersebut diungkapkan oleh Abdulrahman didampingi Radi Warga Dusun Cibaleker Desa Ganjaresik Kecamatan Wado bahwa, beralihnya bantuan bibit ayam ke orang yang tak berhak menerima tersebut dilakukan oleh pihak perangkat desa.

"Misalnya didalam daftar penerima (bibit ayam) itu namanya A. Tapi malah yang menerima B yang tidak terdaftar sebagai penerima. Padahal jelas dalam daftar RTM (Rumah tangga miskin) itu harusnya yang menerima itu A. Nah yang melalukan ini diduga oknum pihak panitia desa yang ditunjuk oleh Kepala Desa," ungkapnya pada KORSUM.NET.
Menurutnya, hal tersebut diketahui setelah pihak desa melakukan pendataan. Adanya pengalihan data penerima tersebut menuai protes dari warga.

"Masa yang di absen saya, tapi yang menerima orang lain. Dan ini jumlahnya lebih dari 10 orang, itu di satu dusun," ujarnya.

Abdurahman menambahkan, warga tentunya sangat menyayangkan dengan pengalihan tersebut, apalagi ini bukan 1 atau 2 orang saja. Dan saya denger juga di dusun lainnya juga ada yang dialihkan penerima bantuan tersebut.

"Kita sebagai warga penerima, ya ga apa apa kalau memang dinilai desa tidak layak menerima bantuan. Asal jangan main alihkan saja, tanpa ada musyawarah dengan warga. Apalagi pas denger dari Warga lainnya yang menerima, nama saya dipanggil pas penyerahan bantuan. Tapi saya boro boro nerima malah orang lain yang memakai identitas saya," tandasnya

Hal senada juga diungkapkan oleh warga lainnya yaitu Cardi yang merupakan warga Dusun Sukasari bahwa, kejadian serupa juga terjadi pada dirinya.

"Seharusnya kalau memang ada perubahan penerima bantuan itu dimusyawarahkan terlebih dahulu, jangan main alihkan saja. Saya juga termasuk orang seharusnya menerima, tapi kenyataannya malah orang lain yang mendapatkan bantuan bibit ayam tersebut," ujarnya. **

Posting Komentar

0 Komentar