Conggeang, KORSUM.NET - PPKH Kecamatan Conggeang melaui Kegiatan Focus Group Discussion dengan tema “Strategi Menanggulangi Kemiskinan” sampaikan gagasan untuk menekan angka kemiskinan di Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang.

FGD yang digagas oleh PPKH Conggeang tersebut dalam rangka mengkonsolidasikan gagasan-gagasan melalui komponen yang ada ditingkat kecamatan. Acara tersebut dihadiri oleh Camat Conggeang, Kepala Desa, Korkab PKH, SPV, Kepala UPTD Kesehatan Conggeang dan dari Kemendesa PDTT RI.

Sejalan dengan Visi-Misi Bupati Sumedang yang tertuang pada RPJMD Tahun 2018-2019, telah ditetapkan target kinerja penurunan angka kemiskinan secara progresif, yakni 0,8 persen setiap tahun-nya.

Dalam sambutannya Kordinator Kecamatan Conggeang, Cindy Huseina menyatakan bahwa “dari 2015 PKH sebetulnya memiliki program unggulan untuk pengentasan kemiskinan yaitu melalui intervensi perubahan prilaku ke arah yang positif dengan Kegiatan  Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) pada Keluarga Penerima Manfaat (Pra Sejahtera), yang terdiri dari lima modul pembahasan antara lain Pengasuhan dan Pendidikan Anak, Pengelolaan Keuangan Keluarga, Kesehatan Gizi, Perlindungan Anak, Pelayanan Lansia dan Disabilitas". Paparnya.

Dalam diskusinya Supervisor Dini Nurlatifah menegaskan bahwa “Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH memiliki kewajiban untuk melaksanakan kegiatan P2K2, dengan sistem pembelajaran yang terstruktur dan  memiliki tujuan utama yaitu merubah Pola Pikir dan Prilaku Ke Arah Positif bagi Keluarga Pra Sejahtera”. jelasnya.

"Keluarga Pra Sejahtera cenderung tidak Memikirkan Kesehatan, Pendidikan, bahkan tidak memperhatikan lansia. Artinya ada kesinambungan dengan apa yang sudah dan sedang dilakukan oleh teman-teman pendamping PKH terkait pengentasan kemiskinan sebagaimana target Bapak Bupati Sumedang 0,8% Pertahun". ucap Dudi Kordinator PKH Kabupaten Sumedang.

Camat Conggeang, Drs Bangbang Kustiantoro M.Si  pada sesi diskusi menyambut baik dengan adanya kegiatan FGD, yang dilakukan oleh Pendamping PKH Kecamatan Conggeang.

“tentu ini akan berkontribusi sangat positif bagi kami, semoga dengan adanya kegiatan FGD ini Kita bisa lebih fokus untuk membahas upaya dan strategi  dalam mengentaskan kemiskinan dan kami akan segera mengkoordinasikan semua unsur stakeholders yang ada, terutama  desa untuk bisa melihat kegiatan yang sangat educatif  dilakukan oleh pendamping PKH kepada warga penerima PKH”. katanya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Desa Cipamekar Conggeang, Deden Darmawan memberikan apresiasi terkait pelaksanaan kegiatan P2K2. “Kegiatannya sangat menarik dan Positif karena warga (KPM) Cipamekar sangat antusias untuk terus belajar, contohnya kemarin warga kami penerima PKH dilatih cara menyusun anggaran, mengendalikan anggaran dan menyeimbangkan antara pengeluaran dan pendapatan keluarga, bahkan insya allah kami akan mendukung penuh perihal kegiatan tersebut”. terangnya.

Hadir juga Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar Kemdendesa PDTT RI selaku narasumber, Untung Haris  menjelaskan. Kemiskinan tidak akan jauh dengan stunting karena sangat beririsan, sebetulnya melalui kebijakan penggunaan dana desa 2020 keberpihakannya jelas pada Keluarga miskin, disabilitas, lansia dan kelompok marginal, persis dengan apa yang sudah dilaksanakan PKH saat ini.
Berdasarkan data dari UPTD Kesehatan Conggeang, saat ini mempunyai kasus kematian Ibu 1 orang, bayi 3 orang, dan stunting sejumlah 64 orang tersebar di berbagai desa.

Kepala Puskesmas Conggeang dr. hj. Uning Rohayati mengatakan,“Kami menyambut baik program-program yang dilaksanakan Pendamping PKH sebab sangat membantu sekali, selanjutnya kami berharap pemerintah desa mendukung  apa yang sedang dilaksanakan Pendamping PKH, karena sangat berpengaruh besar dalam menekan angka Kemiskinan” Ujarnya.

Sumber : Ari Arifin