JAKARTA, KORSUM.NET - Salah seorang calon Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota Bawaslu Kabupaten Sumedang, Dodoy Cardaya, menggugat/mengadukan Ketua dan Anggota Bawaslu RI ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), lantaran merasa diperlakukan tidak adil dalam pelaksanaan PAW tersebut pada Selasa (17/9).

"Saya sudah resmi mengadukan Bawaslu RI ke DKPP dengan bukti pengaduan nomor  01-17/SET.02/IX/2019," Sebut Dodoy di Kantor DKPP Jakarta.

Dodoy menjelaskan, seharusnya dia (Dodoy) yang berhak menjadi PAW berdasarkan Pasal 135 ayat (4) huruf c Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu Junto Perbawaslu No 19 Tahun 2017 Pasal 47 huruf b, bahwa PAW Bawaslu kabupaten/kota digantikan oleh calon anggota bawaslu kabupaten/kota urutan peringkat berikutnya.

"Saya bisa menunjukan sebuah data atau bukti, bahwa saya urutan keenam hasil seleksi tersebut," tegas Dodoy.

Dodoy juga menyesalkan, adanya uji kelayakan ulang yang dilakukan oleh hanya satu orang pimpinan bawaslu atasnama Mochammad Afiffudun, bisa mereduksi seluruh suara pimpinan yang ada (5) orang.

"Saya kira, tidak masuk akal sehat kalau itu dianggap uji kelayakan lagi hanya dilakukan oleh satu pimpinan," katanya.

Menurut Dodoy, pimpinan Bawaslu tersebut sudah melanggar peraturan DKPP terkait kepastian hukum maupun profesionalitas dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.**