Sumsel, KORSUM.NET - Seperti diberitakan media ini, terkait Pembangunan Jalan rabat beton di Blok SMPN 10 tepatnya di Dusun Babakan Gunung Gadung Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan yang bersumber dari Bantuan Provinsi menghabiskan anggaran senilai Rp. 90 juta dengan panjang kurang dari 50 meter tersebut diduga kurang penerapan semennya.

Kepala Desa Sukajaya Nenden Dewi Respati membantah dan mengatakan bahwa panjang jalan yang dibangun itu dengan panjang 236 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 0,12 meter juga telah sesuai dengan spek.

"Dalam pemberitaan sebelumnya panjang jalan di Blok SMPN 10 pengerjaan rabat beton di Dusun Babakan Gunung Gadung 50 meter itu keliru, yang benar adalah panjangnya 236 meter dengan anggaran Rp 90 juta sumber anggaran dari Banprov untuk desa desa," jelasnya, saat diwawancara untuk klarifikasi, Rabu (18/9) di ruang kerjanya.

Pembangunan jalan itu, kata Kades menambahkan, “lebarnya adalah 2,5 meter dan tinggi 0,12 meter dan itu sudah sesuai dengan spek”. Katanya.

"Pengerjaan jalan rabat beton itu sudah sesuai dengan spek-nya, hanya ada beberapa kendala yaitu kesulitan air, sehingga terkesan hasil coran kurang semen lalu di daerah blok SMPN 10 itu sangat gersang dan sulit air dampaknya menyulitkan pengecoran dan kontur tanah yang berbeda dengan daerah sebelumnya,"  jelasnya.

Pernyataan serupa disampaikan Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Sukajaya, Asep Mulyawan, bahwa selain kondisi tanah gersang tanah tersebut pun gersang.

“Dalam pengerjaan Jalan SMPN 10 itu di Dusun Babakan Gunung Gadung sepanjang 236 meter dengan panjang jalan 20 meter lebarnya 3 meter dan panjangnya 216 meter lebar jalan 2,5 meter," ucapnya.

Alat melon digunakan, kata Asep, selama 2 hari dikarenakan air tidak mencukupi sehingga pengerjaan secara manual dengan kondisi tanah dilokasi tersebut sangat keras karena jauh dari tempat air.**