KOTA, KORSUM.NET – Program Pasca Magister Manajemen STIE Sebelas April Sumedang dalam Program Kalender Akademik 2019-2020, sudah menginjak penerimaan mahasiswa barunya Angkatan ke –11. Pasca Sarjana Prodi MM ini memiliki akreditasi B. Sabtu, 21 September 2019, bertempat di kampus Pasca Sarjana di Kawasan Pendidikan Cipadung Kota Kaler Sumedang diselenggarakan Kuliah umum tentang Kepemimpinan Berbasis Nilai Semangat Sebelas April.  

Sejarah mencatat penamaan Kampus yang terletak di pusat Kota Sumedang ini sejak berdiri tahun 1982, ketua Yayasan yang di wakili oleh Drs. Idris, M,Si sebagai pembicara dalam kuliah umum menuturkan bahwa pemberian nama Yayasan Pendidikan Sebelas April ini atas dasar peristiwa bersejarah di yang terjadi pertempuran di Sumedang.

Tepatnya di perbatasan antara desa Cibubuan dan Desa Sekarwangi Kecamatan Buahdua pada tanggal 11 April 1949 tercatat tokoh pejuang Pertempuran heroik terjadi antara Kompi III Pasukan Pengawal Panglima Siliwangi dengan Pasukan Baret Hijau Belanda dalam rangka mempertahankan NKRI. Heroik para Tentara Nasional Indonesia ini patut dijadikan teladan bagi generasi sekarang dibidang Pendidikan”. Katanya.

Idris menambahkan, Nilai dari peristiwa tersebut diantaranya Cinta Tanah Air Rasa ini timbul dari dalam hati setiap orang. Panggilan untuk mengabdi, membela, memelihara, dan melindungi Tanah Air dari ancaman ini disebut juga patriotism. Paparnya.

“Kemudian Berjiwa Besar, Berjiwa besar atau lapang dada merupakan sikap teladan dari pahlawan yang perlu diwariskan pada putra-putri bangsa. Sikap pahlawan yang satu ini menonjolkan kejujuran, keberanian, dan perjuangan tambahnya.

Masih menurut Idris, selanjutnya Membela Kebenaran dan Keadilan, dua sikap pahlawan yang mengajarkan keberpihakan pada kebenaran dan keadilan ini akan membuat anak lebih bertanggung jawab, menghargai orang lain, dan peduli dengan sesame, Kemudian, Berani, ialah sikap tegas dalam bertindak dan mengambil keputusan secara tepat dan benar. Sikap pantang menyerah menghadapi kegagalan dan terus berupaya hingga mencapai keberhasilan.

Rela Berkorban, maksudnya ialah bersedia dengan ikhlas memberikan waktu, tenaga, pikiran, hingga harta untuk kepentingan orang lain dalam hal kebaikan. Pengorbanan tentunya akan merugikan bagi yang melakukan. Namun, rasa ikhlas, kepercayaan, dan semangat membuat kerugian tersebut menjadi keuntungan yang lebih besar”. Ucap Idris.

Idris mengatakan, Kerja Sama dan Tanggung Jawab akan membekali anak untuk dapat berpartisipasi dalam kelompok dan memberikan sumbangsih pada masyarakat, dan menjaga Persatuan dan Kesatuan, Dua sikap ini sangat penting dimiliki warga negara Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dan kesejahteraan Bersama.

“Terakhir Percaya Diri Adalah sikap meyakinkan pada kemampuan dan penilaian diri sendiri dalam melakukan tugas dan memilih pendekatan yang efektif. Hal ini termasuk kepercayaan atas kemampuannya menghadapi lingkungan yang semakin menantang dan kepercayaan atas keputusan atau pendapatnya”. Pungkasnya.

Meneladani dan menerapkan sikap pahlawan perlu dibiasakan sejak dini. Mengenalkan sosok-sosok pahlawan untuk diidolakan dan diikuti sikap terpujinya. Dengan demikian, kita turut berkontribusi memajukan negara lewat pembentukan karakter mahasiswa.

Yayasan berharap para Pendidikan dan peserta didik di Lingkungan Sebelas April ini bisa senatiasa menghayati dari penamaan Sebelas April tersebut sebagai ciri khas Lembaga Pendidikan.

Apa dan kenapa Kuliah umum ini diberikan, menurut Dr. Dede Jajang Suyaman, MM Selaku Ketua Pasca Sarjana Program Magister Manajemen, menyebutkan bahwa para mahasiswa yang belajar di Program Magister Manajemen ini merupakan mahasiswa yang bersumber dari multy disiplin ilmu pengetahuan dan barbagai profesi pekerjaan, yang tercatat saja 50% mahasiswa bersumber dari Pegawai Pemerintah dan 50% bersumber dari Pegawai Swasta dan Wiraswasta.

Pendidikan Tinggi selain merupakan agen Pendidikan dan agen penelitian juga kampus juga harus di jadikan agen budaya. Dikatakan, perjuangan terhadap pembangunan ekonomi nasional diharapkan dapat mengatasi isu-isu kemiskinan, pengangguran, kebodohan, termasuk isu-isu sosial dan politik. Partisipasi aktif oleh setiap warga negara dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, pemberdayaan ekonomi kelas menengah-bawah, penciptaan pemerintahan yang bersih, serta meredam liberaliasi ekonomi dan politik merupakan contoh praktik mengamalkan jiwa kepahlawan masa kini.Semoga lulusan kami nanti setelah dibekali kuliah kepemimpinan bisa menerapkan dan bisa menjadikan pegangan ciri dari Pendidikan. Jelas Dede.