Kota, KORSUM.NET - Agus, warga Desa Cinangsi Dusun Nanggerang Rt.01/05 Kecamatan Cisitu mengaku korban dari rentenir yang sekarang ini sudah meresahkan warga Sumedang pada umumnya, khususnya di Dusun Nanggerang. Pasalnya, pinjaman dari 3 juta rupiah ketika mau dilunasi harus membayar 6,5 juta lima ratus rupiah.

"Istri saya yang meminjam ke rentenir itu sebesar tiga juta rupiah, namun ketika mau saya lunasi karena benar benar memusingkan, ternyata harus dibayar dengan dendanya sebesar enam juta lima ratus rupiah. Kalau saya tidak bisa membayar, denda akan terus bertambah dan bertambah tiap harinya," jelas Agus saat dikonfirmasi Media ini, melalui pesawat telepon, Senin (16/9).

Ia melanjutkan, hanya satu satunya harta benda seekor sapi yang dipeliharanya sejak kecil kiñi harus dilepas hanya karena terlilit utang yang mencekiknya.

"Saya hidup sederhana, urusan dengan rentenir karena persoalan hidup, punya seekor sapi yang dirawat sejak kecil itu pun hasil dari bagi hasil ngurus sapi betina punya orang lain, di dusun saya ini, yang sudah jadi korban rentenir sudah banyak, ada yang jual rumah untuk bayar ke rentenir, jual apa saja yang penting utang bisa selesai karena di desak dan di tekan," ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Abah Taryana atau lebih dikenal Abah Jip sebagai tokoh masyarakat di lingkungannya menyesalkan dengan kejadian wabah rentenir ini, selain Agus warga yang lainpun datang kerumah mengeluh atas kejadian yang dialaminya oleh warga.

"Ini potret asli salah satu warga Sumedang, utang melilit hingga mencekik leher, karena persoalan hidup, dengan terpaksa meminjam uang ke rentenir karena kebutuhan artinya Pemerintah belum berhasil mengentaskan kemiskinan bahkan masih jauh,"ujarnya.

Persoalan rentenir, kata Abah Jip, bèbas berkeliaran kemana mana, berkedok koperasi abal abal, lalu siapa yang bertanggung jawab?.

"Sasaran paling mùdah rentenir adalah masyarakat miskin, sementara, peran pemerintah menggalakan Entaskan kemiskinan Bahkan persoalan kemiskinan bisa dijual dan laris manis di kancah politik untuk mengeruk suara sebanyak banyaknya, kenyataannya hari ini, warga hingga menjual sapi, rumah untuk lepas dari jeratan rentenir," katanya.**