Rancakalong, KORSUM.NET - Warga Desa Cibungur Kecamatan Rancakalong mempertanyakan proyek pemeliharaan jalan PU karena dinilai dalam pengadaan bahan material untuk perbaikan jalan tersebut  tidak memenuhi persyaratan.

Menurutnya, batu untuk perbaikan jalan tidak layak digunakan karena bukan batu koral tapi batu bekas garukan galian proyek Tol karena tidak terpisah antara batu dan pasir.

"Yang dipertanyakan soal pengadaan material terutama batu. Kalau bisa jangan pakai batu seperti itu. Anggaran dari APBN cukup besar, tapi mengapa tidak mampu beli batu koral?, malahan pakai batu bekas garukan galian Tol yang harganya lebih murah," tandas warga yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (24/9).

Dia juga mengaku bingung soal rencana perbaikan jalan. Awalnya akan di Hotmik, namun nyatanya dicor (rabat beton). Namun yang dikhawatirkan sering terjadinya kecelakaan pengendara roda dua.

"Saya pernah jatuh saat mengendarai motor bersama istri. Jalan menurun dilumuri batu kerikil bulat sehingga motor sulit terkendali yang akhirnya jatuh terpeleset," katanya.

Menurut pantauan media ini di lokasi, Rabu (25/9), perbaikan jalan sedang proses pengecoran. Namun tak hanya itu, dilokasi tampak ada pegerjaan pembangunan saluran air dan TPT tapi tidak menggunakan batu muka.

Menurut keterangan salah seorang pekerja yang tidak diketahui namanya menyebut, pembangunan saluran air dan TPT itu masih satu paket dengan proyek jalan. Bahkan dalam paket itu ada tiga kegiatan yakni pembangunan TPT, perbaikan jalan Rabat Beton dan Jalan Hotmik.

Dilokasi itu juga tampak berdiri papan proyek bertuliskan Dinas PUPR dengan nilai kontrak sekitar Rp 1,19 miliar, sementara pelaksana CV. Dria Karya Kencana beralamat jalan Talun no. 12 Sumedang.**