Kota, KORSUM - Trotoar yang berada dijalan Abdur rahman tepatnya disamping kanan gerbang Universitas Pendidikan Indonesia atau terkenal dengan sebutan UPI Sumedang terdapat plang peringatan dari satpol pp yang bertuliskan "Dilarang berjualan. Sanksi Pidana kurungan tiga bulan atau denda max.50.000.000." Namun, para pedagang  disana seakan tidak takut dengan sanksi tersebut karena memang belum pernah terlealisasi. "Ibu mah dari dulu aman aman aja!" Kata penjual es kelapa muda yang merangkap sebagai penjual mie ayam."Jelasnya

 Alhasil, pantaun  koran ini pada Kamis (19/9) trotoar yang semestinya diperuntukan untuk pejalan kaki justru menjadi "restoran darurat." Tempat makan yang mengunakan atap tenda lengkap dengan kursi dan meja yang menutupi sebagian besar trotoar, dan hanya menyediakan sedikit ruang untuk yang lewat, pembelinyapun cukup ramai.

Sementara itu, pejalan kaki yang mempunyai hak atas trotoar memilih mengalah dengan berjalan di bahu jalan, salah seorang warga yang  juju (40) mengaku malu kalau harus berjalan di trotoar. "Malu, masa kita lewat tepat didepan orang yang sedang makan, sempit lagi." Kalau sini (bahu jalan) agak jauh." ujarnya

Dikatakan, padahal sesunguhnya bahu jalan bukan tempat yang aman untuk pejalan kaki, karena bahu jalan difungsikan untuk parkir kendaraan, hal ini terbukti dengan adanya plang yang bertuliskan "Tarif retribusi bahu jalan perda nomor 01 tahun 2017 tentang retribusi jasa umum." sehinga kalau tidak hati hati dapat menyebabkan kecelakaan." Pungkasnya

Dikonfirmasi Korsum, Deni Plt Kepala Satpol PP, Linmas, dan Damkar Kabupaten Sumedang Deni Hanafiah menurut salah  seorang staf sedang tidak  ada  dikantor." Teu katingal, antosan we heula," jelasny**