Sumut,  KORSUM.NET - Kades Sirnamulya Sumedang Utara Ujang Yusup mengaku pusing merasa dipersulit dalam upaya mengusulkan SDN Sukamulya minta segera direlokasi. Usulan tak semulus jalan Tol, selalu terkendala birokrasi berbelit-belit Satker Tol Cisumdawu.

Bahkan birokrasi terakhir kata dia,  usulan harus langsung ke Kemen PUPR di Jakarta.  Meskipun hal itu sudah dilakukan, namun sejauh ini masih belum ada sinyal Kemen PUPR soal relokasi SD.

Disebutkan, posisi SD sudah ditengah area aktivitas proyek pembangunan Tol, sementara proses belajar mengajar masih tetap berlangsung sehingga timbul kekhawatiran terhadap keselamatan murid.

Dari tahun 2011 usulan relokasi termasuk lahan pengganti sudah dipersiapkan,  tapi saja hararese. Bukan hanya debu dan bising alat berat, namun was-was saat murid bubar sekolah ditengah lalu lalangnya kendaraan berat.

"Tidak ngerti usulan relokasi SD harus ada rekomendasi Kemen PUPR. Lebih tidak ngerti soal penggantian fasilitas umum, selalu diwarnai birokrasi berbelit-belit. Fasilitas umum untuk kepentingan umum, sejatinya diprioritaskan,"ujar dia di kantornya, Rabu (18/9).

Senada Kepsek SDN Sukamulya Nani Suhartini, pihaknya mengaku pasrah dengan kondisi dan suasana  seperti itu. Debu, bising serta getaran alat berat sudah hal biasa meskipun napas terasa sesak bahkan mengganggu proses belajar mengajar.

Perhatian Satker Tol hanya sebatas bagikan Masker, namun kekhawatiran selalu menghantui saat berlangsungnya aktivitas belajar mengajar ditengah kepungan alat berat mengelilingi bangunan sekolah.

Diakui Kasi Dikdas Eka Ganjar. Lahan untuk relokasi sudah disediakan desa dan usulan pembangunan sekolah telah disampaikan Kemen PUPR. Namun kata dia, sejauh ini belum ada keputusan untuk melaksanakan pembangunan.

"Informasi CKJT, alasan belum dilaksanakan pembangunan SD itu masih menunggu keluarnya ijin dari BUJT. Sehingga proses belajar mengajar masih berjalan meskipun kurang nyaman akibat debu dan bising bahkan sebagian bangunan sudah ada yang sudah rusak, "sebut dia diruang kerjanya,  Rabu (18/9)**