UMKM Naik Kelas Sinergi Dengan STIE SAS dan BJB Syariah Sumedang


KOTA, KORSUM.NET-Program UMKM Juara merupakan program yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat sebagai salah satu program unggulan untuk mencapai JABAR Juara Lahir Batin melalui inovasi dan kolaborasi. UMKM Juara asal Kabupaten Sumedang berjumlah 120 peserta hasil seleksi merupakan UMKM scale up yang sudah berdiri minimal 2 (dua) tahun dan omzet minimal 100 juta pertahun.

Program ini mendorong UMKM untuk dapat tumbuh dan berkembang dalam skala kelas usaha. Manfaat yang didapatkan oleh UMKM yang mengikuti program ini adalah penguatan diri dan manajemen usaha untuk dapat naik kelas dengan memanfaatkan teknologi dalam berbisnis, khususnya teknologi informasi.

Selain itu, akses pasar berupa pameran di Kabupaten, tingkat provinsi Jawa Barat, antar provinsi, pameran luar negeri, serta akses pasar di marketplace. Adapun manfaat pada akses pembiayaan ke perbankan, fintech, dan program CSR investor.

Pada kesempatan kamis, (12/9/2019) bertempat di Pusat Inkubator Bisnis STIE Sebelas April Sumedang hadir 50 pelaku UMKM binaan UMKM Juara. Pembinaan yang dilakukan adalah manajemen Pembukuan Usaha oleh para instruktur pendamping UMKM Juara untuk wiayah Sumedang dan Materi Pembiayaan Usaha oleh BJB KCP Sumedang. Kegiatan ini di bagi 2 (dua) gelombang. Program UMKM Juara adalah UMKM yang memiliki visi dan niat sungguh-sungguh untuk menjalankan usaha, memiliki SDM yang memadai, potensi pasar, dan lain-lain.

Erwin selaku kordinator Pendamping UMKM Juara untuk wilayah Sumedang mengatakan semoga binaan yang sudah terdaftar ini bisa di lanjutkan binaan dengan maksimal. Harapnya.

Secara garis besar, program UMKM Juara dibuat untuk membimbing dan mendampingi UMKM untuk lebih produktif, lebih maju dan memiliki pasar yang lebih luas.

Di tempat yang sama, Ketua Pusat Inkubator Bisnis STIE SAS, Dr. Dede Jajang Suyaman mengatakan, menginginkan UMKM Naik Kelas Juara ini bisa bersinergi dengan Akademisi, BUMN/D, Comunity, Goverment, Media.

"Harus disiapkan konsolidasinya, dilakukan di internal baik iti di kelembagaan. Maupun maintanece dasar," katanya.

Hal lainnya, perencanaan yang mendetail harus segera dibuat, agar tupoksinya dari masing-masing pihak benar-benar terarah. Setelah itu, lalu melakukan evaluasi. "out come yang diharapkan adalah bagimana meningkatkan kesejahteraan masyarkat, inidkatornya menekan kemiskinan dan angka pengangguran," katanya.

Posting Komentar

0 Komentar