Warga Ganjaresik Keluhkan, Bantuan Bibit Ayam dari Kementerian yang Diduga Dialihkan Kades

WADO, KORSUM.NET
Sejumlah warga di Desa Ganjaresik, Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang, penerima bantuan bibit ayam dari kementrian terkait,  mengeluh, karena tidak menerima bantuan tersebut. Jatah bantuan bibit ayam justru diterima oleh warga yang tidak tercatat sebagai pemanfaat.

Muhun tambihan we sareng Cardi d Sukasari Aca ,sareng Radi d dusun Cibaleker meh aya rencangna

Keterangan dari sejumlah warga menyebutkan, beralihnya bantuan bibit ayam ke orang yang tak berhak menerima tersebut dilakukan oleh pihak perangkat desa.

"Misalnya didalam daftar penerima (bibit ayam) itu namanya A. Tapi malah yang menerima B yang tidak terdaftar sebagai penerima. Padahal jelas dalam daftar RTM (Rumah tangga miskin) itu harusnya yang menerima itu A. Nah yang melalukan ini diduga oknum pihak panitia desa yang ditunjuk oleh Kepala Desa," ujar Abdulrahman didampingi Radi Warga Dusun Cibaleker Desa Ganjaresik Kecamatan Wado, pada KORSUM.NET di kediamannya, Jumat (30/8).

Menurutnya, hal tersebut diketahui setelah pihak desa melakukan pendataan. Adanya pengalihan data penerima tersebut menuai protes dari warga.

"Masa yang di absen saya, tapi yang menerima orang lain. Dan ini jumlahnya lebih dari 10 orang, itu di satu dusun," ujarnya.

Abdurahman menambahkan, warga tentunya sangat menyayangkan dengan pengalihan tersebut, apalagi ini bukan 1 atau 2 orang saja. Dan saya denger juga di dusun lainnya juga ada yang dialihkan penerima bantuan tersebut.

"Kita sebagai warga penerima, ya ga apa apa kalau memang dinilai desa tidak layak menerima bantuan. Asal jangan main alihkan saja, tanpa ada musyawarah dengan warga. Apalagi pas denger dari Warga lainnya yang menerima, nama saya dipanggil pas penyerahan bantuan. Tapi saya boro boro nerima malah orang lain yang memakai identitas saya," tandasnya

Hal senada juga diungkapkan oleh warga lainnya yaitu Cardi yang merupakan warga Dusun Sukasari bahwa, kejadian serupa juga terjadi pada dirinya.

"Seharusnya kalau memang ada perubahan penerima bantuan itu dimusyawarahkan terlebih dahulu, jangan main alihkan saja. Saya juga termasuk orang seharusnya menerima, tapi kenyataannya malah orang lain yang mendapatkan bantuan bibit ayam tersebut," ujarnya.

Informasi yang dihimpun KORSUM.NET dilapangan, bukan saja ada dugaan pengalihan penerima bantuan. Warga yang mendapatkan bantuan untuk kandang senilai Rp. 500 ribu juga dipotong Rp. 100 per orang oleh pihak Desa. Selain itu juga dari keterangan warga juga ada juga salah seorang Punduh (Kepala Dusun) yang bukan penerima atau RTM, bisa mendapatkan bantuan untuk 4 orang sekaligus.

Sementara itu dikonfirmasi adanya keluhan tersebut Kepala Desa Ganjaresik Kecamatan Wado, Abdurahman tidak memberikan jawaban ketika dikonfirmasi KORSUM.NET melalui pesan Whatsapp nya. Senin (2/9). **

Posting Komentar

0 Komentar