Warga Kecewa, Kades Tak Hadiri Pengumuman Hasil Penjaringan Perangkat Desa Baru


CONGGEANG, KORSUM.NET - Panitia penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Cibeureuyeuh Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang pada Senin (2/9) mengumumkan hasilnya  yang dihadiri oleh Pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat dan pemuda.

Namun sejumlah masyarakat menyesalkan dan kecewa karena pengumuman tersebut tidak dihadiri oleh kepala desa. Padahal berita acara hasil penjaringan dan penyaringan tersebut harus di tanda tangan kepala desa. Sedangkan ketidak hadirannya tanpa ada alasan yang jelas.

Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Conggeang, Ida membenarkan hal tersebut. Dirinya pun menyayangkan ketidak hadiran kepala desa saat pengumuman hasil penjaringan dan penyaringan. Padahal, dirinya sangat berharap agar kades dapat hadir pada acara, sekaligus penandatangan berita acara untuk proses selanjutnya.

"Kades tidak datang, gimana mau selesainya ini. Kan mau secepatnya selesai dan jadi berkah untuk kedepannya. Ini akan dibahas di kecamatan. Dan saya juga berpesan kepada yang menjadi perangkat desa sekarang (hasil penjaringan) dapat bijaksana untuk melayani masyarakatnya,” katanya usai acara.

Hal serupa disampaikan Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan, Cece E. Sunandan SPd, ia mengatakan, berita acara harus ditandatangani kepala desa. Apalagi, lima orang dari penjaringan ini, merupakan hasil kesepakatan panitia dengan kades.

“Tadinya itu empat, namun setelah dua hari jadi lima, kita kan jadi malu karena sudah sosialisasi juga. Tapi katanya (kades) mau dibikin SK langsung, namun kan itu tidak bisa karena perangkat itu harus melalui penjaringan,” katanya.

Terkait untuk posisi atau jabatan lima orang hasil penjaringan, Cece menyebutkan, bahwa hal itu bukan ranahnya. Panitia, hanya melakukan proses penjaringan dan penyaringan sesuai prosedur. Mulai dari syarat pendidikan, usia dan domisili.

“Penetapannya tergantung pak kuwu dan pihak kecamatan. Kalau bisa ya secepatnya, padahal ini kan bisa satu hari dua hari langsung, dan gambaran juga harus ada dari sekarang seperti posisi sekdesnya, harus punya rencana,” katanya.

Begitu juga tahapan proses seleksi, mulai dari ujian tertulis soal pilihan ganda sebanyak 100 nomor serta tes komputer. Dan terakhir tes wawancara sembilan pertanyaan meliputi pengetahuan pemerintahan desa dan analisis seputar kejadian yang terjadi di desa. Terakhir ada tandatangan pakta integritas di atas materai dan pengunduran diri dari pekerjaan sebelumnya.

“Kita sesuai prosedur untuk proses penjaringan dan penyaringan ini,” jelasnya.

Dikatakan Cece, pengumuman hasil penjaringan dan penyaringan ini, jadwalnya dipercepat. Hal ini, untuk meminimalisir juga pencairan anggaan seperti ADD dan DD tahap dua yang sudah terlambat. Sehingga, adanya posisi kaur keuangan dari hasil seleksi lima orang itu, untuk proses pencairan anggaran.

“Memang dipercepat. Apalagi kaitannya juga dengan pencairan tahap tiga, karena ini bisa mengganggu untuk desa lain. Makanya panitia ambil sikap, namun tidak sampai melanggar tetekon atau prosedur yang harus dilakukan,” jelasnya.

Terkait adanya dua orang perangkat desa yang tidak ikut seleksi penjaringan, Cece menyebutkan, bahwa itu merupakan hasil penjaringan tim panitia sebelumnya. Mengingat, selama masa jabatan kades yang belum genap satu tahun dilantik itu, sudah dilakukan dua kali penjaringan.

“Tapi panitia sudah empat kali dibentuk. Yang pertama saya menolak karena sudah jadi, sudah dijilid, saya harus tandatangan, saya tidak mau karena kan harus melalui proses kan? Panitia kedua oleh orang lain ditolak oleh kecamatan, panitia ketiga ketua lainnya ada hasil sebanyak tujuh orang, namun lima lainnya memundurkan diri dan dua sisanya itu lah merupakan hasil penjaringan sebelumnya. Dan disinyalir, panitia ketiga ini tidak melaksanakan proses penjaringan dan penyaringan, jadi langsung penetapan saja,” jelasnya lagi.

"Sumber anggaran proses penjaringan dan penyaringan, bersumber dari DD dan ADD, dengan total Rp 9 juta dari ADD atau DD,” pungkasnya.

Kepala Desa Cibeureuyeuh Totong Juanda ditemui wartawan dirumahnya menyetujui hasil penjaringan dan penyaringan yang di umumkan panitia, namun dirinya tidak menyebutkan alasan ketidak hadiran dirinya pada pengumuman tersebut.

“Tentu setuju, apalagi kan ada lulusan SMA dan juga ada sarjana. Dan nanti tinggal tandatangan untuk berita acaranya,” katanya.

Posting Komentar

0 Komentar