Warga Ngeluh Sulit Mendapatkan Gas 'Melon' di Sumedang

KOTA, KORSUM.NET-Sejumlah warga Kabupaten Sumedang , Jabar, mengeluh lantaran sulit mendapatkan gas elpiji 3 kilogram atau gas 'melon'. Akibatnya warga tak bisa memasak.

Seperti diungkapkan Eme (55). Eme mengeluh lantaran sejak sepekan hingga kini ia sulit mendapatkan gas 'melon'.

"Udah keliling ke beberapa warung tapi enggak ada. Susah dapat gas tiga kilogram," ungkap Eme kepada Korsum.net di Jalan Conggeang-Buahdua, Jumat (7/9/2019).

Eme mengaku sudah Tujuh hari kesulitan mendapat gas 3 kilogram. Akibatnya, ia  mengaku kesulitan untuk memasak.

Ia berharap agar ketersediaan gas 3 kilogram di Sumedang kembali normal seperti biasa.

"Ya saya menyayangkan. Kalau  mau  dinaikan jangan jadi  langka
 seperti ini ," ungkap Eme.

Sementara itu, Ade (35), salah seorang pedagang gas di kawasan Sekarwangi, menjelaskan ia sudah menjual gas 3 kilogram sesuai jatah yang diberikan.

"Kalau pasokan (gas) tiga kilo terbatas, kalau yang 5,5 kilo masih ada pasokan, tapi peminatnya kurang," ujar Ade melalui  telepon  selulernya.


Ditempat terpisah Wowo  Sutisna Kadis Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang  mengatakan akan  segera menindak lanjuti informasi kelangkaan gas tersebut." Barusan kami  sudah melakukan rapat  salah   satunya membahas isu  kelangkaan gas  elpiji  3 Kg.  Dan  dinas  akan  segera turun  kelapangan menemui  agen  dan ke  pangkalan jika  diperlukan," Jelas Wowo Senin diruang  kerjanya,(9/9/2019).

Dikatakan,  ia menghimbau tidak  ada oknum yang bermain sehingga menyebabkan terjadinya  kelangkaan." Saya berharap tidak  ada  okum yang  ikut  bermain sehingga terjadi  kelangkaan  gas melon.  Dan  saya  meminta Agen menindak  tegas  pangkalan  yang menjual lebih  dari  harga eceren  tertinggi (HET)  yakni Rp. 16,500 di tingkat pangkalan," Tuturnya **

Posting Komentar

0 Komentar