Kota, KORSUM.NET -Kabupaten Sumedang yang mendeklarasikan diri sebagai Kota wisata, nampaknya mulai serius, hal tersebut diiringi oleh sejumlah Desa yang berkeinginan untuk menjadi Desa Wisata.

Dari 270 Desa di Kabupaten Sumedang, terdapat 171 Desa yang berpotensi untuk menjadi Desa Wisata. Akan tetapi hingga saat ini baru 78 Desa yang mengusulkan untuk menjadi Desa Wisata.

"Jadi catatan kami, berdasarkan keterangan dari beberapa instansi seperti Disparbupora Bidang Pariwisata dan Bappppeda bidang Ekonomi dan fisik, ada 78 Desa yang sudah mengusulkan baik secara lisan, tulisan maupun dengan memberikan proposal mengenai potensi Desanya," terang Kabid Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, Khaidir Gumilar, Selasa (8/10).

Lebih lanjut Khaidir menuturkan, sebelumnya ada 4 yang ditetapkan menjadi Desa Wisata di sekitar Waduk Jatigede yaitu Desa Jemah, Cijenjing, Pakualam dan Desa Karangpakuan di tahun 2018.

Meski demikian tidak semua desa mempunyai potensi wisata unggulan secara mandiri. Karena sebagian Desa ada yang harus bekerjasama dengan Desa lainnya mendukung sebuah objek wisata.

"Jadi begini, misalnya satu Desa punya potensi wisata alam air terjun (Curug) atau Kolam renang ataupun apapun potensi wisata, nanti untuk tempat kulinernya ataupun sentra oleh-olehnya diarahkan ke desa lainnya yang tentunya berdekatan. Jadi tidak semua Desa yang potensi wisatanya mandiri ditetapkan sebagai Desa Wisata, melainkan satu paket di desa wisata itu, ada 2 atau 3, bahkan bisa sampai 4 desa," terangnya.

Sementara tindak lanjut dari 78 Desa yang mengusulkan sebagai Desa Wisata, sambung Khaidir, pihaknya akan membentuk tim khusus yang terdiri dari tiga institusi, antara lain Bappppeda, Bidang ekonomi dan fisik, dan DPMD di bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.

Tim ini nantinya, akan datang ke 78 Desa yang sudah tercatat, untuk memastikan layak atau tidaknya, dengan berbagai pertimbangan. Adapun untuk targetnya, dan kemungkinan di bulan Desember tahun ini semuanya selesai.

"Nantinya kalau sudah disurvey dan ke 78 layak menjadi Desa Wisata, nantinya akan di buat Keputusan Bupati (Kepbup) tentang desa wisata. Selain itu si Desa tersebut harus membuat DED (Detail Engineering Desain). Hal tersebut untuk mendukung apabila Desa tersebut mengajukan permohonan anggaran. Jadi yang perlu diketahui untuk pengajuan anggaran tersebut, selain harus ada Kepbup, desa juga harus mempunyai DED, karena itu merupakan syarat dalam pengajuan anggaran baik ke Provinsi ataupun ke Pusat," jelasnya

Khaidir menegaskan, pihaknya berupaya untuk menyelesaikan program ini di akhir Desember beres. Dan yang perlu diketahui ini sifatnya Pentahelix dan tidak dianggarkan di APBD.

"Tapi walaupun tanpa ada anggaran, kita berupaya untuk menyelesaikan ini. Karena ini tertuang dalam RPJMD (Rencana pembangunan jangka menengah daerah). Dan dengan selesainya ini, diharapkan untuk tahun depan, desa yang sudah tercantum sebagai Desa Wisata bisa mengajukan anggaran, untuk mempercepat misi kabupaten sumedang yang mendeklarasikan sebagai Kabupaten Wisata," tandasnya ***