Kota, KORSUM.NET - Kasus penemuan bayi berjenis kelamin laki laki yang masih hidup disaluran air Jalan Tol Cisumdawu, tepatnya di Dusun Cibawang Desa Sukasirnarasa Kecamatan Rancakalong, yang akhirnya dapat terungkap.

Satuan Reserse Kriminal (Sat Satreskrim) Polres Sumedang berhasil mengamankan YY (18) Ibu dari tersebut, Warga Kecamatan Rancakalong dan pasangannya AO (17) warga Kecamatan Pamulihan.

Berikut rangkuman fakta dari kasus tersebut.

1. Ditemukan oleh kakeknya sendiri

Pelaku YY membuang bayi yang baru dilahirkannya di saluran air proyek Tol Cisumdawu, Kamis (10/10) sekitar pukul 03.00 WIB.

Ayah YY menemukan bayi, yang tidak lain adalah cucunya sendiri, di lokasi penemuan yang jaraknya sekitar 30 meter dari kediamannya, sekitar Pukul 07:00 WIB. Empat jam dari bayi tersebut dibuang.

Bayi tersebut ditemukan, setelah  ayah YY mengikuti bercak darah dari rumahnya hingga ke lokasi penemuan bayi di saluran air pinggir proyek pembangunan jalan tol Cisumdawu.

2. Kondisi Bayi saat ditemukan masih hidup

Saat ditemukan oleh Kakeknya kondisi bayi malang yang dibungkus oleh daun pisang tersebut masih dalam keadaan hidup.

Kemudian setelah itu, bayi langsung dibawa ke Puskesmas Rancakalong, untuk mendapatkan perawatan, tetapi karena keterbatasan alat medis, selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang.

3. Pelaku pembuangan bayi adalah Ibu kandungnya sendiri

Satreskrim Polres Sumedang, yang mendapatkan laporan tersebut langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasilnya kurang dari 24 jam dari penemuan bayi tersebut. YY dan AO berhasil diamankan. Rumah YY ibu sekaligus pelaku pembuangan bayi, tidak jauh dari lokasi penemuan bayi tersebut.

Menurut Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo melalui Kasat Reskrim AKP Nikki Ramdhani mengatakan, motif YY membuang bayinya karena takut diketahui oleh orang tuanya.

"Selama sembilan bulan mengandung, YY menyembunyikan kandungannya dari orangtuanya. Dan selama sembilan bulan tersebut, YY yang pekerja swasta pulang pergi Bekasi - Sumedang," terangnya saat expose di Halaman Mapolres Sumedang, Jumat (11/10).

4. Satu pelaku berstatus pelajar SMA

Setelah berhasil menangkap YY pelaku pembuangan bayi, Satreskrim Polres Sumedang berhasil mengamankan AO (17) di kediamannya.

AO yang merupakan pasangan dari YY, masih duduk dibangku sekolah salah satu SMA di Kecamatan Pamulihan

"Keterangan dari AO, dirinya sudah menyarankan pada pasangannya YY untuk terus terang dengan kehamilannya kepada orangtua YY, dan ia siap bertanggung jawab. Tetapi ajakan AO dihiraukan YY karena takut sama orangtuanya," terangnya.

Akibat perbuatannya, YY dan AO disangkakan Pasal 308 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

5. Bayi kedua pelaku meninggal

Bayi yang dibuang YY, meninggal dunia akibat kedinginan, karena dibuang pelaku dini hari.

"Bayinya meninggal dunia tadi siang (Jumat) sekitar pukul 11.50 di RSUD Kabupaten Sumedang," tandasnya

Terpisah Humas RSUD Kabupaten Sumedang, Iman Budiman membenarkan, akan meninggalnya bayi malang yang dibuang oleh orang tuanya tersebut.

"Iya benar, tadi sekira Pukul 11:50 WIB bayi tersebut sudah meninggal. Dan saat ini ada pihaknya keluarganya, yang mau mengambil jasad bayi malang tersebut," terangnya saat dikonfirmasi KORSUM.NET, melalui sambungan telepon, Jumat (11/10) siang.

Lebih lanjut Iman mengatakan,
kondisi bayi tersebut memburuk mulai tadi malam, tadinya mau dirujuk ke RSHS. Tetapi karena bayinya tidak memungkinkan untuk dirujuk, akhirnya meninggal setelah sebelumnya mendapatkan tindakan dari dokter jaga RSUD.

"Ini kita masih menunggu pihak keluarga untuk mengambil jasad bayi malang tersebut," tandasnya. **