Kota, KORSUM.NET - Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo, membenarkan adanya siswa SMK asal Sumedang yang saat ini diamankan di Polres Metro Jakarta Utara.

"Iya benar ada enam siswa SMK asal Sumedang yang saat ini masih diamankan di Polres Metro Jakarta Utara. Isu awalnya yang diterima kita ada sembilan orang, tapi setelah dikonfirmasi ternyata hanya ada enam orang, tiga orang dari diantaranya satu sudah lulus dan dua hanya mengaku ngaku saja dari sumedang," ujarnya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, disela kegiatan Media gathering di Saphire City Park, Rabu (2/10).

Dari 9 siswa yang dilaporkan asal Sumedang itu, sambung Hartoyo, tercatat hanya enam pelajar yang berasal dari Sumedang. Sementara dua pelajar lainnya hanya namanya saja yang dicatut dan seorang lainnya sudah lulus sekolah.

"Dari sembilan pelajar tersebut, ada dua yang nama saja dicatut, dan satu lainnya sudah lulus. Jadi ketiganya itu bukan pelajar asal Sumedang, dan pihak sekolah tidak bertanggung jawab mengenai yang lulus," tuturnya.

Hartoyo menuturkan, dengan adanya informasi tersebut, selain kroscek ke sekolah, pihaknya juga langsung menghubungi keluarga masing-masing siswa tersebut. Adapun keenam pelajar asal Sumedang tersebut berangkat ke Jakarta naik bus pada hari Minggu (29/9).

Selain itu keenam pelajar ini berangkat tanpa sepengetahuan orangtua mereka dan mengikuti aksi tersebut karena ajakan yang mereka terima melalui pesan dari media sosial.

"Mereka diajak melalui media sosial, mereka berbohong sama orangtuanya dan hari ini mereka dijemput keluarga masing-masing. Dan keterangan dari siswa tersebut, mereka tidak dijanjikan imbalan apapun, hanya ikut ikutan saja," tandasnya

Ditempat terpisah terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin mengatakan, dengan adanya masalah siswa SMK yang Ikut demo tersebut, pihaknya sudah mengantisipasi dengan mengumpulkan semua Pengawas SMP.

"Ini untuk mengantisipasi dan agar siswa SMP di sumedang tidak berpengaruh ikut ikutan demo. Walaupun kemungkinan besar tidak mungkin siswa SMP di sumedang akan terpengaruh," tandasnya.**