Kota, KORSUM.NET - Badan Pemberdayaan Desa (BPD), Perangkat Desa dan Panitia harus bersikap netral pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2020.

"Jadi kalau ingin Pilkades serentak berjalan aman, BPD, Perangkat Desa dan Panitia harus bersikap netral. Jangan coba memihak salah satu calon Kepala Desa," tegas Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), H Nuryadin, saat mengadakan rapat sosialisasi persiapan pelaksanaan Pilkades Serentak Gelombang III di Gedung PKK Kabupaten Sumedang, Kamis (24/10).

Nuryadin juga menegaskan, barang siapa dari BPD, Perangkat Desa dan Panitia memihak salah satu calon Kepala Desa itu akan mendapatkan sanksi.

"Jadi kalau mau memihak, silahkan mundur saja," ucapnya.

Selain itu, sambung Nuryadin, pihak BPD harus selektif dalam memilih orang untuk menjadi panitia pilkades. Jangan sampai ditengah jalan panitia pilkades tertarik untuk menjadi calon kepala Desa.

"Ya intinya, harus selektif dalam memilih orang untuk menjadi panitia. Karena yang menjadi tolak ukur suksesnya pilkades serentak adalah panitia pemilihan pilkades yang jujur, adil dan tidak ada keberpihakan," terangnya

Nuryadin berharap, 88 desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak Gelombang III pada tahun 2020 nanti, untuk segera membuat Peraturan Desa (Perdes) mengenai Pilkades serentak.

"Untuk Perdes sendiri, saya berharap jangan sampai bertentangan dengan UU No 6 Tahun 2016 tentang Desa ataupun Peraturan Bupati (Perbup). Jadi silahkan saja menambahkan atau memuat hal hal yang sifatnya lokal di Perdes, asalkan tidak bertentangan dengan aturan tersebut diatas," tandasnya.

Pada sosialisasi rapat persiapan pelaksanaan Pilkades Serentak tersebut, dihadiri 88 Kepala Desa dan BPD yang akan melaksanakan Pilkades Serentak Gelombang III pada 2020 nanti. **