Kota, KORSUM.NET - Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, Kabupaten Sumedang konon sempat menjadi salah satu daerah penghasil kopi di Pulau Jawa.

Menurut cerita, hasil panen kopi dari Sumedang ini dulunya sering dibawa ke Negeri Belanda dan negara lainnya di eropa. Dan bekas rel kereta api di wilayah barat Sumedang tersebut, konon merupakan salah satu akses untuk mengangkut kopi dari Sumedang.

Bahkan di kawasan Sumedang Kota sendiri, dulunya sempat ada gudang penyimpanan hasil panen kopi. Lokasi bekas gudang itu, kini dikenal dengan nama Lingkungan Gudang Kopi, yang terletak di wilayah Kelurahan Kotakulon Kec. Sumedang Selatan.

Maka dari itu, tidak heran jika saat ini pamor kopi Sumedang terus menggeliat. Tidak sedikit kopi asal Sumedang yang kini diekspor ke luar negeri.

History ini, menjadi dasar Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai Hari Kopi Sumedang.

Bahkan untuk membangkitkan kembali masa kejayaan kopi Sumedang, pada tanggal 7 Oktober 2019 mendatang, Pemerintah Kabupaten Sumedang, akan menggelar event festival kopi yang ke-2.

“Pada tanggal 7 Oktober 2018 lalu, kita sukses menggelar Festival Kopi di Jatinangor. Saya harap Festival Kopi Sumedang #2 bulan Okteber depan juga bisa lebih semarak,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, 4 Oktober 2019.

Menurut Dony, dalam upaya membangkitkan kembali masa kejayaan kopi Sumedang, maka eksistensi kopi di Sumedang ini harus terus ditingkatkan. Dan festival kopi seperti ini, diharapkan bisa menjadi wahana untuk mengembalikan kejayaan kopi Sumedang.

“Saya harap seluruh masyarakat Sumedang bisa menikmati kopi daerah sendiri. Jangan hanya dinikmati oleh orang luar,” katanya kepada Korsum.net Jumat (4/19/2019).

Ketua Pelaksana Festival Kopi Sumedang #2 tahun 2019, Rauf Nuryama, menyebutkan, festival kopi kali ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 7 sampai 9 Oktober 2019.

Adapun untuk tempat pelaksanaannya, kata Rauf, akan diselenggarakan di Lingkungan Gudang Kopi, dengan sentra kegiatan di Wisma Gending, Jalan Pangeran Santri Nomor 43, Kelurahan Kotakulon.

“Kami sengaja memilih Gudang Kopi sebagai lokasi penyelenggaraan festival, karena untuk mengingatkan kembali masyarakat, bahwa Sumedang ini dulunya sempat memiliki histori sebagai salah satu lokasi penghasil kopi,” katanya.

Dijelaskan Rauf, sesuai arahan Wabup Sumedang, dalam Festival Kopi Sumedang #2 nanti, bentuk kegiatannya akan diisi dengan kompetisi menyeduh kopi asli Sumedang yang dilakukan oleh Forkopimda, para Kepala OPD, dan para camat.

Oleh karena itu, setiap peserta diharapkan bisa membawa alat seduh masing-masing, malah bagusnya dari sekarang sudah harus mulai berlatih.

“Kami ingin membudayakan minum kopi giling, bukan kopi gunting,” katanya.

Melalui festival seperti ini, para pejabat di Sumedang diharapkan ke depannya dapat menyajikan kopi Sumedang, baik untuk dirinya pribadi ataupun para tamu yang datang ke kantornya.

Dengan begitu, maka permintaan kopi Sumedang akan terus meningkat, sehingga kopi Sumedang ini bisa lebih banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat.

“Insya Allah, cara ini akan dapat meningkatkan penikmat kopi Sumedang,” tuturnya. **