Kota, KORSUM.NET - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, berhasil membawa kopi Arabika Rancakalong menjadi juara terfavorit kedua C pada Pameran Pengurangan Resiko Bencana (PRB) tahun 2019 di kawasan Alun-alun Taman Merdeka (ATM), Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung.

Sekretaris BPBD Sumedang, Joni Subarya, didampingi Kasi Darurat dan Logistik, Yedi mengatakan, Festival Kopi 2019 yang di pada Pameran PRB ini, merupakan bentuk bantuan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) guna merehabilitasi dan merekonstruksi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dari daerah bencana. Dan pada kesempatan ini juga, bentuk partisipasi BPBD Kabupaten Sumedang sengaja membawa Kopi Boeheon Rancakalong untuk dipamerkan, sekaligus dikonteskan dengan Kopi lainnya dari 14 Provinsi.

"Alhamdulillah, hasil penilaian dari para sukarelawan yang diminta untuk mencicipi dan menilai kualitas serta rasa kopi dari 14 Provinsi tersebut. Kopi arabika Rancakalong menjadi juara kedua C terfavorit," ujarnya saat dikonfirmasi KORSUM.NET, Minggu (13/10).

Pada kontes kopi di Pameran Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Bangka Belitung tersebut, sambung Joni, ada 14 Provinsi yang menghadirkan produk kopi unggulannya yaitu, Arabika Semeru Jawa Timur, Arabika Cimbang Sinabung Karo, Arabika Kepahiang Bengkulu, Arabika Enrekang Sulawesi Selatan, Arabika Rancakalong Sumedang, Arabika Kintamani, Bangli Bali, Liberika Meranti Riau, Robusta Gangga Lombok Utara, Robusta Rempek Lombok Utara, Robusta Abang Sajang Sembalun Lombok Timur, Arabika Lembah Baliem Papua, Robusta Kepahiang, Arabika Dieng Banjarnegara dan Arabika Lanang Abang Sajang Sembalun Lombok Timur. Selain itu BNPB bukan hanya diacara PRB saja ikut memasarkan produk binaan, tapi di moment lainnya seperti Rakornas serta pameran lainnya yang bertaraf Nasional.

"Sebetulnya BPBD sumedang, telah mempromosikan kopi sumedang ini dari 2 tahun kebelakang, dan alhamdulillah tahun ini kita dapet juara dua terfavorit. Selain itu kita juga Ikut mempromosikan juga, agar para petani kopi Sumedang sukses," ujarnya.

Pohon Kopi Bisa Mengurangi Resiko Bencana

Pohon Kopi merupakan salah satu tanaman yang mendukung untuk pengurangan resiko bencana,  khususnya di daerah yang rawan terjadi bencana longsor.

"Bahkan di Sinabung yangg terkena awan panas, yang bisa bertahan dari awan tersebut yaitu hanya kopi. Maka dari BNPB mendampingi ekonomi dengan kopi Cimbang nya. Karena akar kopi itu bisa menahan tanah khususnya di daerah yang rawan longsor," terang Joni.

Dengan demikian, sambungnya lagi, guna mengurangi resiko bencana longsor di Kabupaten Sumedang, pihaknya akan melakukan kordinasi lintas sektoral dengan SKPD lain.

"Jadi pencegahan bencana itu, harus bersifat multi sektoral. Dan merubah paradigma dengan lahirnya UU no 24 th 2007 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana, dari responsif ke pengurangan risiko bencana/prefentif, dari sektoral ke multi sektoral lainnya. Dan untuk membangun kesadaran tidak mesti menggunakan APBD saja, tapi bisa juga dari sektor lain, seperti contoh CSR," tandasnya **