Gambar diatas hanya ilustrasi

Kota, KORSUM.NET - Miris, selama kurang lebih dua tahun lamanya siswi kelas 6 SD di Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang ini, diduga dicabuli oleh ayah tirinya sendiri. Informasi yang diterima KORSUM.NET dilapangan, siswi kelas 6 SD ini sudah dicabuli ayah tirinya sejak tahun 2017.

Siswi kelas 6 tersebut merupakan anak kandung dari saudara SS (39) yang sudah bercerai dengan istrinya. Sejak bercerai itu, mantan istri SS menikah lagi dengan E, kemudian menetap di wilayah Kecamatan Cimalaka.

Sementara SS mengetahui anaknya dicabuli berdasarkan informasi dari masyarakat, dimana anaknya sering mengadu atas pencabulan yang dilakukan ayah tirinya ke Guru dan bidan di lingkungannya setempat. Dan saat ini korban dibawa olah bapak kandungnya tersebut untuk tinggal dikediamanya.

Dan atas dugaan pencabulan tersebut, SS sudah melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumedang.

Dikonfirmasi akan hal tersebut, Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo melalui Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Niki Ramdhany membenarkan, terkait adanya laporan atas dugaan pencabulan ini, yang dilaporkan oleh ayah kandung siswi tersebut.

"Iya benar, pihaknya telah menerima laporan adanya dugaan pencabulan anak di bawah umur ini pada hari Jumat (25/10)," terangnya saat dikonfirmasi KORSUM.NET, melalui pesan Whatsapp, Senin, (28/10).

Adapun pelapor atas dugaan pencabulan tersebut, sambung Nikki, yaitu ayah kandung dari siswi kelas 6 tersebut yaitu SS. Dan dari laporannya, korban sudah dicabuli dari tahun 2017. "Sekarang masih dalam proses, dalam penyelidikan pihak kami," terangnya

Sementara kronologis dugaan pencabulan tersebut, sambungnya lagi, terjadi pada saat korban selesai mandi, lalu diajak E ke dalam kamar. "Kemudian di dalam kamar itulah, korban dipegangi payudara dan kemaluannya oleh pelaku, kemudian kemaluan korban dijilat pelaku. Korban juga diiming-imingi uang sebesar Rp 20.000," ujarnya

Nikki menambahkan, pelaporan saat inimasih dalam penyelidikan. Unit PPA Polres Sumedang dan sudah memeriksa kondisi korban. Untuk tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perppu Nomor 1 tahun 2016 perubahan ke 2 UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Saat ini belum ada penyitaan barang bukti," tandasnya. **