Kota, KORSUM.NET - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumedang, optimis untuk target retribusi parkir di tahun 2019 ini akan tercapai.

Kepala Dishub Sumedang, Surrys Laksana Putra melalui Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian Lalu Lintas dan Parkir, Herman mengatakan, saat ini untuk target retribusi parkir sudah terealisasi 86,81 persen dari yang ditargetkan yaitu Rp.160 juta.

"Insyaallah, disisa waktu yang tinggal 3 bulan lagi, saya yakin untuk retribusi parkir 2019 akan tercapai," ujarnya saat dikonfirmasi KORSUM.NET, di Gedung DPRD Sumedang, Selasa (1/10).

Adapun untuk zona parkir, sambung Herman, dibagi dalam tiga zona, yaitu zona Kota, Barat dan Timur. Dan saat ini semuanya sesuai dengan yang ditargetkan.

"Untuk target sendiri, kita sudah ada kesepakatan dengan Jukir (Juru parkir). Dengan begitu kalaupun ada satu jukir yang tidak memenuhi target, akan tertutupi dengan jukir lainnya. Tapi saya optimis diakhir tahun ini, target retribusi parkir 100 persen akan tercapai," ujarnya

Herman menambahkan, untuk saat pengumpulan retribusi parkir di Kabupaten Sumedang, tidak terdapat kendala apapun. Walaupun ada beberapa zona parkir yang disterilkan, tapi tidak berdampak terhadap target retribusi parkir.

"Kendala sejauh ini tidak ada, walaupun ada beberapa ruas parkir yang digratiskan seperti Mall Pelayanan Publik yang melakukan MoU dengan DKM Mesjid Agung. Itu sama sekali tidak mengganggu," tandasnya.

Ditempat terpisah, Kasi Pengelolaan Parkir pada Dishub Kabupaten Sumedang, Gun Gun Nugraha menuturkan, bahwa realisasi retribusi parkir telah mencapai 86.81% dari rotal retribusi parkir bahu jalan 160 juta dan retribusi parkir bongkar muat sebesar 115 juta. Selain itu saat ini seksi pengelolaan parkir tengah melaksanakan sebuah program inovasi yaitu "Manajemen parkit Konaah" (Konsekwen, Amanah dan Ramah).

Adapun beberapa inovasi yang akan dilaksanakan yaitu, Pada area peningkatan kapasitas sumber daya juru parkir melalui pembuatan buku saku juru parkir, sebagai dasar pedoman bagi juru parkir dalam memberikan layanan parkir, sehingga dapat menunjang ketertiban dan kelancaran lalulintas serta kenyamanan dalam layanan parkir, Pada area mekanisme pengawasan dan pengendalian parkir, melalui pelaksanaan wasdal parkir secara periodik penegakkan dan penindakan parkir liar serta penurunan kriminalitas parkir atau pungli bidang parkir, dengan mengharuskan pemberian karcis retribusi kepada konsumen parkir, pemakaian atribut parkir, surat tugas dan tanda pengenal jukir, seperti amanat Perbup 101 tahun 2017 tentang penyelenggaraan parkir di Kabupaten sumedang.


Selain itu ada pemberian asuransi kesehatan dan kecelakaan bagi juru parkir, dimana tahapannya sekarang lagi perumusan draft perbup tentang asuransi juru parkir, perbup asuransi jukir ini nantinya akan dijadikan dasar bagi asuransi kesehatan dan kecelakaan bagi juru parkir, tujuan dari pemberiaan asuransi juru parkir ini adalah sebagai upaya pemerintah daerah dalam hal ini dinas perhubungan kab sumedang dalam memberikan jaminan pekerja termasuk juru parkir, sehingga nantinya diharapkan adanya sinergi yg positif antara juru parkir dengan dishub, dalam wujudkan optinalisasi retribusi parkir dan wujudkan ketertiban dan kelancaran lalulintas di kab sumedang

"Untuk Draft Perbup tersebut, sudah dibuat dan akan di bahas lebih lanjut di tingkat kabupaten. Tentunya juga perlu adanya pembahasan bersama mengenai syarat ketentuan yg berlaku dalam pelaksanaan asuransi jukir tersebut," terangnya.

Selain itu guna mewujudkan pola pola pemberdayaan warga masyarakat dan demi menciptakan ketertiban dan kelancaran lalulintas, sambung Gun Gun, Dishub juga melalui amanat Perbup 101 tahun 2017 telah melaksanakan MOU dengan pihak pihak ke 3 baik lembaga pemerintah maupun lembaga swasta. Seperti halnya dengan pemerintah Desa cimalaka, pihaknya telah melaksanakan kerjasama, dalam wujudkan ketertiban dan kelancaran lalulintas serta keamanan lingkungan, tentunya juga dengan peran serta aktif Babinsa dan Babinkamtibmas.

"Jangan sampai hanya alasan isi perut mereka memungut seenaknya atas jasa parkir yg diberikan, karena semuanya audah diatur mengenai parkir di kab sumedang itu. Dan Dishub juga secepatnya akan bekerjasama dengan pihak Swasta dalam pengelolaan satuan ruas parkir di Taman Endog, sehingga nantinya akan tercipta sebuah pola integrasi parkir dengan bus wisata tampomas. Tentunya juga dengan memperhatikan aspek etika dan estetika lahan yg tersedia," ujarnya.


Gun gun menambahkan, untuk penyediaan sarana prasarana parkir pada kawasan layanan kesehatan, seperti di RSUD dan RS Pakuwon, Dishub telah melaksanakan program partisipasi swasta dalam memberikan ketersediaan layanan parkir, mess kodim melalui koperasi kodim telah bekerja sama dengan pihak swasta penyedia parkir. Melalui penyediaan layanan parkir yang representatif, diharapkan kemacetan di seputaran Jalan Sonda, depan RS Pakuwon dan depan SMPN 1 Sumedang, berupa mobil keluarga pasien, mobil grab yg mangkal bisa di masukan ke satuan ruas parkir mess kodim.

"Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan pihak RSUD dan Pakuwon, karena tentunya juga hal ini sangat membantu terhadap penilaian akreditasi dari RSUD dan Pakuwon itu sendiri. Intinya dengan kemauan kita yang istiqomah, semuanya pasti ada jalan, kami berikan apresiasi kepada pihak koperasi kodim yg telah bersedia dan bahu membahu dengan dishub kab smd dalam ciptakan keyertiban dan kelancaran lalulintas di kawasan rsud pakuwon melalui oenyediaan satuan ruas parkir mess kodim. Dan diharapkan ke depannya banyak lagi pihak lain yang mau bekerjasama untuk bahu membahu ciptakan ketersediaan kantong kantong parkir," tandasnya **