Kota, KORSUM.NET - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Sumedang akan merekrut dan menyeleksi sekitar 200 tenaga kerja yang siap dipekerjakan di Jepang.

Proses pendaftaran tenaga kerja bisa melalui pemerintah desa, pemerintah kecamatan atau langsung ke Kantor Disnakertrans. Bahkan pihak Disnakertrans juga membuka pendaftaran di website.

"Kita targetkan awal November 2019 sudah terekrut 200 tenaga kerja yang disiapkan untuk ke Jepang. Ada beberapa lowongan hasil kerjasama antara Pemkab dengan pihak pemerintah Jepang untuk masyarakat Sumedang," ujar H. Asep Sudraja Kadis Disnakertrans Sumedang, usai melaksanakan Sosialisasi Persiapan Pendaftaran dan Seleksi Calon Tenaga kerja ke Luar Negeri, di Aula Kecamatan Sumedang Utara, Kamis (3/10).

Hadir dalam sosialisasi, antara lain para  camat wilayah IV (,Ganeas, Sumedang Utara, Sumedang Selatan dan Rancakalong) para Kades, unsur calon tenaga kerja dan utusan sekolah kejuruan.

Disebutkan, melalui para camat dan kades serta unsur sekolah, proses rekrutmen akan lebih cepat informasinya ke masyarakat.

Lebih lanjut, syarat untuk menjadi tenaga kerja atau Pekerja Migrain Indonesia (PMI) sangat mudah, hanya menyiapkan administrasi surat-surat data diri yang lengkap.

"Untuk selanjutnya kita akan saring calon yang siap secara fisik dan mental serta kemampuan yang kompetitip. Contoh secara fisik tidak boleh ada tato, tindik," ucapnya.

Jika sudah terekrut sekitar 200 calon PMI, pihak Disnakertrans akan memberikan kemampuan lainnya sepert pelatihan bahasa, kemampuan adaptasi budaya Jepang dan tata cara kerja masyarakat Jepang.

"Yang paling pokok buat PMI yang akan ke Jepang adalah pengusaan bahasa Jepang. Sebab penguasaan Bahasa Jepang itu bisa mencapai 5-6 bulan beda dengan Bahasa Inggris bisa dengan 3 bulan saja,"tuturnya.
Ia menggambarkan, PMI akan bekerja di Jepang di sektor kesehatan, kontruksi, teknik dan perhotelan.

Ia menambahkan, masyarakat Sumedang jangan khawatir untuk bekerja ke luar negeri.

Pasalnya, PMI yang kerja diluar negeri ada jaminan perlindungan saat nanti bekerja di luar negeri, yakni UU No.18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migrain Indonesia pada pasal mulai pasal 20 hingga pasal 35.

"Jadi jangan ada khawatir kita juga akan memperhatikan perlindungannya," ucapnya.

Pada kesenpatan itu disampaikan pula program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja dari Disnakertrans Kabupaten Sumedang dalam upaya penurunan angka pengangguran sesuai visi dan misi bupati Sumedang yakni Sumedang Simpati.**