Warga Cibeureuyeuh Nunggu Giliran Untuk Diminta Keterangan di Mapolres Sumedang

Kota, KORSUM.NET - Kepala Desa Cibeureuyeuh Kecamatan Conggeang, melaporkan seorang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atas nama Cece Endang dan Tokoh Masyarakatnya atas nama Jana ke Polisi. Pelaporan tersebut diduga karena sang Kepala Desa merasa nama baiknya dicemarkan.

Dikonfirmasi akan hal tersebut BPD Desa Cibeureuyeuh, Cece Endang yang juga sebagai terlapor mengatakan, saya juga tidak mengerti dengan sikap kepala Desa yang melaporkan dirinya dan juga tokoh masyarakat.

"Sebenarnya permasalahan ini bisa diselesaikan secara musyawarah, dan sepatutnya seorang Kades kalau ada saran atau kritik dari masyarakat itu diselesaikan ditingkat desa," ujarnya saat dikonfirmasi KORSUM.NET di Mapolres Sumedang, Kamis (23/10).

Cece menuturkan, awal mula dirinya dan Jana dilaporkan karena membuat surat edaran mosi tidak percaya terhadap kepala Desa dan ditandatangani oleh dirinya dan Jana. Mosi tidak percaya tersebut dibuat, dimana sebelumnya kades tidak menghadiri rapat terkait penanganan dampak pembangunan tol. Karena ada beberapa lahan di Desa Cibeureuyeuh yang terkena tol.

"Karena tidak datang itulah masyarakat marah dan turut menandatangani mosi tidak percaya tersebut," ucapnya

Adapun tuduhan atau pelaporan terhadap dirinya, sambung Cece, informasi yang diterima yaitu adanya pencemaran nama baik dan pemalsuan surat.

"Sebenarnya kalau disebut surat palsu itu saya pikir tidak ada, karena saya yang membuat surat tersebut sendiri. Dan tuduhan pencemaran nama baik juga tidak tepat. Hanya karena saudara Jana menyebut nama kepala Desa saat rapat tersebut," akunya

Sementara Mosi tidak percaya tersebut, sambung cece lagi, merupakan permintaan warga saat digelarnya rapat terbuka dan pihaknya melaksanakan. Tapi, malah jadi dilaporkan ke pihak kepolisian dan langsung ke Polda Jawa Barat oleh kepala desanya. Hal itu, disertai satu berkas mosi yang diambil oleh istri kades.

“Sudah puluhan orang dipanggil polisi untuk diminta keterangan di Polres Sumedang. Saya hanya kasihan saja sama warga yang harus bolak balik ke polres, selain itu banyak masyarakat juga yang ketakutan kalau harus memberikan keterangan di depan Polisi. Maklum kan masyarakat,” ujarnya.

Cece juga menambahkan, keinginan warga untuk membuat mosi tidak percaya juga sudah disampaikan juga ke camat Conggeang. Bahkan sejumlah permasalahan lainnya yang terjadi juga disampaikan. Tapi sudah hampir tiga minggu ini, belum juga ada respon dari pihak kecamatan.

“Sudah disampaikan juga ke camat, Tetapi hingga saat ini belum ada jawaban dari kecamatan harus,"tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskirm Polres Sumedang, AKP Niki Ramdhany membenarkan adanya pelaporan dan kini tengah ditanganinya,

"Laporannya, terkait dugaan tandatangan palsu dalam mosi percaya tidak percaya yang diisi warga," ujar Nikki saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (23/10).

Untuk saat ini, sambung Nikki. permasalahan ini masih dalam proses pemeriksaan. Bahkan pihaknya juga, sudah memeriksa  30 orang warga untuk dimintai keterangan terkait masalah tersebut.

“Untuk warga, hanya diminta keterangan saja. Apabila ada warga yang tidak bisa datang, silahkan membuat keterangan saja. Kalau sudah tua atau sakit juga kita tidak paksakan, hanya minta keterangan saja,” tandasnya. **