Kota, KORSUM.NET - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumedang pilihan Bupati Sumedang H.Dony Ahmad Munir yang baru dilantik beberapa waktu lalu. Telah membuat terobosan bahwa Kepala Sekolah (kepsek) Dijadikan agen perubahan yang tentunya tidak terlepas dari Sumedang Simpati karena pendidikan menjadi andalan didalam visi misi Bupati.

“Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang berkewajiban bersama sama dinas lain untuk mencapai visi kabupaten Sumedang yang sudah tertuang didalam RPJMD 2018-2023 bahwa visinya adalah Sumedang Simpati.

Visi Simpati tersebut Sejahtera Masyarakatnya, Agamis Ahlaknya, Maju Daerahnya, profesional aparaturnya dan kreatif ekonominya,”kata Kadisdik Kabupaten Sumedang H.Agus Wahidin saat dikonfirmasi media ini, Senin (14/10) diruang kerjanya.

Visi tersebut dijabarkan, kata H.Agus, kepada lima misi. Yang pertama memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara mudah dan terjangkau, yang mana kebutuhan dasar itu adalah pendidikan dan itu wajib tidak bisa ditawar tawar lagi, maka itu Dinas Pendidikan berada di Visi pertama yang menyediakan pelayanan mudah dan terjangkau.

“Dinas Pendidikan lalu menjabarkan untuk mengejar visi nomor satu tersebut. Tujuannya adalah terwujudnya pelayanan pendidikan yang bermutu dan aksesibilitas sarana prasarana pendidikan yang merata. Sehingga jelas untuk mencapai hal tersebut butuh penjabaran dan inovasi. Apa ukurannya atau yang disebut dengan indikator kinerja utama?, bisa dikatakan berhasil dan tidaknya Kepala Dinas Pendidikan tersebut yaitu rata rata lama sekolah warga Sumedang,”jelasnya.

Dikatakan H.Agus, rata rata lama sekolah di Kabupaten Sumedang hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) itu 8,02 tahun maka untuk mengejar visi pertama Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang membuat indikator dari 8,02 tahun menjadi 8,29 tahun jadi ada kenaikan 2,07 tahun.

“Yang kedua angka harapan lama sekolah, asalnya 13 tahun menjadi 13,3 tahun pada tahun pertama, nantinya pada tahun 2023 warga Sumedang rata rata sekolah harus sembilan tahun. Apa program inovasinya?, yang pertama Kepsek harus menjadi agen perubahan, jadi kepala sekolah akan berkompentensi antar sekolah, akan bertanggungjawab terhadap satuan pendidikannya, yang kedua yaitu menjadikan guru guru muda sebagai motor penggerak perubahan, dan yang ketiga ada yang disebut dengan program anak cerdas disamping cerdas anak tersebut akan memiliki karakter dan kreativitas,”ucapnya.

Lebih jauh H.Agus menjelaskan, bagaimana dengan yang disebut Kepala Sekolah menjadi agen perubahan, yang kesatu adalah Kepala sekolah memastikan tidak ada siswa disekolah tersebut yang droup out, ketika ada yang droup out itu harus benar benar jelas dan akurat alasan yang tertuang didalam berita acara.

“Dan yang kedua bahwa Kepala Sekolah harus memastikan bahwa lulusan dari sekolah tersebut melanjutkan ke sekolah berikutnya dan ketika ada siswanya yang tidak melanjutkan maka itupun harus jelas alasannya. Dan yang ketiga bahwa Kepala sekolah harus menjamin kompetensi mutu gurunya naik dan itu ada ukurannya indeks kompetensi guru. Dari hal tersebut saya sebagai Kepala dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang membuat perjanjian kinerja dengan Bupati Sumedang, jadi raport saya itu akan jelas kinerjanya, peningkatannya,”tandasnya.