Kota, KORSUM.NET - Komite Sekolah SDN Sukamulya, Wawan Juhaya mempertanyakan dimulainya pembangunan SDN Sukamulya Kecamatan Sumedang Utara  yang mesti direlokasi. Pasalnya  bangunan tersebut berada di atas lahan milik desa.

"Kami sudah berkomunikasi bahwa CKJT akan segera membangun kembali bangunan tersebut, namun proses pengerjaannya entah mulai kapan dikerjakan, sementara siswa dan orangtua menginginkan secepatnya, padahal sekitar 10.000 meter persegi lahan untuk bangunan pengganti sudah siap dibangun," katanya.

Dikatakan Wawan, pihak CKJT pun sempat menyampaikan anggaran untuk pengerjaan  bangunan baru tersebut sekitar Rp. 10,5 miliar.

"Idealnya, bangunan baru sudah dibangun sejak 2013 lalu, tapi dengan berbagai alasan pihak CKJT tak kunjung juga mengerjakannya. Pembebasan lahan Tol Cisumdawu kan dimulai sejak 2009 lalu," tutur Wawan.

Wawan menambahkan,  Pihak CKJT dinilai lamban dan bertele tele dalam menyikapi serta menjalankan kewajibannya.

"Bisa dilihat kondisi beberapa bangunan SDN Sukamulya saat ini, diperparah dengan adanya sejumlah ruangan belajar yang tidak layak dan mengancam keselamatan siswa disini sehingga, kami berharap agar CKJT segera mengerjakan kewajibannya," tandas Wawan.

Sementara menurut Kadisdik Sumedang Agus Wahidin di dadamping Kabid Sarana prasarana  Dikdas Eka Ganjar Kurniawan  menuturkan, Setelah SDN Cijolang direlokasi, kini giliran SDN Sukamulya yang dinilai harus segera mendapatkan perhatian serius sebab, sangat berdampak sekali terhadap aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terlebih, dapat mengancam keselamatan anak anak.

"Banyaknya aktivitas kendaraan proyek Tol Cisumdawu yang melintas disekitar SDN Sukamulya sangat mengancam keselamatan anak anak terutama saat jam masuk sekolah, istirahat hingga pulang sekolah. Sehingga, kami berharap siswa SDN Sukamulya dapat segera menempati bangunan baru, kami targetkan, saat tahun ajaran baru nanti, para siswa ini dapat belajar dengan menempati ruangan baru," tuturnya**