Kota, KORSUM.NET - Merasa tidak nyaman pada saat menghadiri undangan rapat sosialisasi perbup 109 tahun 2019 tentang rekayasa lalu lintas di kawasan dalam kota ketua organda beserta anggotanya pilih walk out, saat sosialisasi di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumedang.

"Untuk apa kami diundang ke sosialisasi, kalau sudah ngasih paparan, langsung pergi begitu aja, dari ruangan tempat sosialisasi. Saya sebagai ketua organda malu oleh para anggota yang turut diundang, seolah tidak memperjuangkan anggotanya," tegas Ketua Organda Kabupaten Sumedang, Dicky Suharto saat dikonfirmasi KORSUM.NET, di Sekretariat Organda Sumedang, Jumat (11/10).

Dengan munculnya Perbup No 109 Tahun 2019 tentang Rekayasa Lalu Lintas Kawasan Dalam Kota, sambung Dicky, dimana nantinya untuk jalur Mayor Abdurrahman dan Jalan Tampomas akan dijadikan satu jalur. Sehingga buntutnya akan berdampak terhadap angkutan kota 07 dan Angkutan 03.

"Kita sesalkan juga dengan Perbup yang ujug ujug ditetapkan, tanpa adanya evaluasi yang maksimal terlebih dahulu ke kami organda dan juga anggota, terutama para sopir Angkot 07 dan 03," ujarnya.

Padahal kita dari organda, sambungnya lagi, akan selalu siap mendukung program pemerintah yang berkaitan dengan dunia angkutan orang ataupun barang.

"Kita pasti sangat mendukung terhadap program pemerintah, akan tetapi pemerintah juga seyogyanya bisa menghargai kami para awak angkutan. Dan seharusnya ada cara untuk menyikapi masalah tersebut hingga berdampak positif. Jangan ujug ujug Perbup tersebut dibuat," tandasnya.**