Kota, KORSUM.NET - Para pengisi stand di Pameran Internasional West Java Paragliding World Championship and Culture (IWJPWCC) 2019 di Gedung Negara mengeluh sepinya pengunjung yang datang.

Itang salah satu pengisi stand yang berasal dari Desa Buahdua Kecamatan Buahdua yang memamerkan hasil kerajinan tangan masyarakat mengatakan, dari awal stand ini dibuka pada hari pembukaan IWJPWCC 2019, Selasa (22/10) hingga saat ini Sabtu (26/10), sedikit sekali pengunjung yang datang ke pameran ini.

"Iya jarang sekali yang datang, mungkin karena tempatnya tidak pas atau bagaimana. Biasanya kan, untuk pameran seperti ini dilaksanakan di Alun alun Sumedang atau Pacuan kuda. Kalau disini kayanya kurang pas, sehingga pengunjung juga sepi," ucapnya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Stand Pamerannya, Halaman Gedung Negara, Sabtu (26/10).

Selain itu, sambung Itang, hingga saat ini, produk yang dipamerkan dari awal pembukaan hingga saat ini, hanya empat item dari barang yang dipamerkannya laku terjual.

"Memang disini kita hanya memamerkan saja, tapi kalau yang mau beli kita jual. Kan kita juga butuh untuk operasional para penjaga stand. Belum lagi untuk mengganti biaya yang dikeluarkan. Kalau untuk stand sih gratis, tapi untuk meja yang ada di stand dikenakan tarip 350 ribu selama satu minggu," tegasnya.

Minimnya pengunjung ke stand pameran ini, tambah Itang, dikarenakan minimnya sosialisasi terhadap masyarakat luas.

"Selain tempat yang kurang tepat, saya pikir acara ini juga kurang sosialisasi terhadap masyarakat. Jadi masyarakat banyak yang tidak tahu ada pameran disini," tandasnya.

Hal senada dikatakan Firman RWS bahwa, dirinya menyayangkan dengan stand stand yang merupakan binaan dari Dinas atau Instansi Pemerintah Kabupaten Sumedang, yang hanya buka di hari pertama pembukaan saja.

"Ini yang sebelah saya stand dari Dinas, tapi hanya buka hari pertama saja, besoknya hingga saat ini dibiarkan kosong saja, tanpa ada barang yang dipamerkan," ujarnya

Firman menambahkan, sepatutnya Dinas atau Instansi pemerintah memberikan contoh yang baik, agar bisa diikuti oleh kita para pelaku UMKM.

"Ya gak elok lah, masa hari pertama doang, katanya mau mendongkrak perekonomian, tapi mereka memberikan contoh yang tidak baik," tandasnya.

Keluhan juga diutarakan oleh Ely Pengisi stand lainnya yang menjual olahan tepung singkong mengatakan, dirinya hanya merasakan banyak pengunjung pada hari pembukaan saja, Selebihnya sepi pengunjung.

"Sepi banget, paling juga dapet 100 sampai 150 sehari, itupun bukan dari pengunjung yang sangaja datang kesini, melainkan pelanggan yang biasa membeli produk olehannya," tandasnya.

Sementara itu pantauan KORSUM.NET dilokasi pameran, tampak sejumlah stand kosong, keterangan dari beberapa peserta pameran, mereka lebih memilih tutup karena sepinya pengunjung dan lokasi pameran yang tidak sesuai harapan. Umumnya para pengisi stand berharap stand pameran berada dilokasi venue paralayang. **