Sumut, KORSUM.NET - Petani di Desa Mekarjaya resah, akibat lahan pertaniannya tidak bisa digarap akibat dampak proyek tol Cisumdawu. Keresahan tersebut dirasakan setelah saluran irigasi ke pesawahan mereka tertutup tanah Disposal milik PT. Nindya Karya salah satu kontraktor dari pembangunan Jalan tol Cisumdawu di Wilayah Dusun Pamarisen Desa Mekarjaya Kecamatan Sumedang Utara.

Selain tertutupnya saluran air, area persawahan milik warga yang luasnya sekitar hampir 1 hektar saat ini terkepung oleh Disposal di area pembangunan tol Cisumdawu. Sehingga dikawatirkan akan membanjiri lahan pertaniannya. Bahkan keberadaan Disposal tersebut juga diduga belum mengantongi izin dari Dinas terkait.

Dudung Suryana salah satu tokoh masyarakat Desa Mekarjaya mengatakan, selain saluran air tertutup, saat ini keberadaan sawah milik warga tersebut dikepung oleh Disposal. Sehingga sudah dipastikan para pemilik sawah tidak akan bisa menggarap sawah miliknya. Dan yang paling dikawatirkan apabila turun hujan, dengan kondisi sawah yang terkepung Disposal bisa membuat sawah menjadi kolam atau situ, yang tentunya akan merugikan.

"Tentu saja kami resah, karena tidak bisa menggarap sawah yang biasanya dalam setahun bisa 3 kali panen. Dan yang lebih parah lagi, sampai saat ini pihak kontraktor tidak ada pemberitahuan kepada para petani akan pembuangan tanah ini," tuturnya saat dikonfirmasi KORSUM.NET di kediamannya, Jumat (25/10).

Selain itu, sambung Dudung, masyarakat di Desa Mekarjaya lebih memilih untuk bungkam, walaupun terdampak berbagai polusi, seperti debu dan sawahnya terkepung Disposal.

“Warga disini berbeda dengan warga desa lainnya yang terkena dampak Tol Cisumdawu, kalau warga lain berani melakukan tindakan, warga disini lebih baik diam. Untuk itu saya tergerak untuk mengadukan permasalahan ini ke DPRD,” tegasnya.

Dudung berharap, ada penyelesaian terhadap permasalahan tanah milik warga yang terkena dampak tersebut. Jangan sampai mereka dirugikan akibat pembangunan tol Cisumdawu, tanpa dapat kompensasi apapun dari pemerintah.

"Ya intinya warga yang terdampak, menginginkan kompensasi atau sawah mereka dibeli karena saat ini tidak bisa digarap," tandasnya

DPRD tinjau langsung ke lokasi

Setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat dusun Pamarisen Desa Mekarjaya, anggota DPRD Sumedang langsung terjun ke lokasi untuk meninjau.

Ketua Komisi IV Asep Roni mengatakan, tadi kita sudah tinjau langsung ke lokasi dan memang benar adanya, bahwa ada lahan pertanian warga yang terkena dampak disposal pembangunan tol Cisumdawu.

"Tentunya kita akan segera, menindaklanjuti, karena memang setelah kita tinjau ada sawah warga yang terdampak. Sesegera mungkin kita akan panggil pihak terkait," ujarnya saat dikonfirmasi KORSUM.NET usai melakukan peninjauan di dusun Pamarisen Desa Mekarjaya Kecamatan Sumedang Utara, Jumat (25/10).

Roni juga menambahkan, dengan kondisi dilapangan tadi, permasalahan ini harus segera diselesaikan. Karena sangat merugikan warga.

"Secepatnya kita panggil ya untuk pihak terkait, kasihan petani tidak bisa bertani dengan kondisi seperti itu," tandasnya

Hal senada dikatakan Ketua Komisi II DPRD Sumedang, Warson bahwa, melihat kondisi dilapangan yang tanah pertanian bisa beralih fungsi, karena terkepung Disposal. Dan tidak bisa digarap untuk menanam padi lagi.

"Bisa saja itu jadi kolam atau danau. Solusinya tentunya saja ini harus segera diselesaikan, jangan sampai berdampak negatif terhadap masyarakat. Kita pastikan akan segera panggil pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut," tandasnya. ***