Kota, KORSUM.NET - Dua pelaku penyebar hoax sumedang rawan begal ditangkap Satreskrim Polres Sumedang. Adapun kedua tersangka tersebut yaitu AIT yang berstatus karyawan swasta, merupakan penyebar berita hoax sumedang rawan begal, sedangkan HH (41) yang berprofesi sebagai guru turut diamankan karena turut mengomentari dengan kalimat menyudutkan Institusi Polres Sumedang.

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo melalui Kasat Reskrim Nikki Ramdhany mengatakan, untuk tersangka AIT kita tangkap di kediamanya di Desa Cimanggung Kecamatan Cimanggung, karena memosting di Media sosial Facebook dengan akun "Acep Agan" pada hari Kamis (24/10), bahwa telah terjadi pembegalan terhadap temannya yang menggunakan motor Vixon plat pol Z 5059 CB
di Cadas Pangeran.

"Itu kenyataannya tidak benar, karena setelah di crosscek oleh pihak Kepolisian bahwa kejadian tersebut tidak benar dan yang memiliki sepeda motor denga no.pol : Z 5059 CB sudah membuat pernyataan bahwa motornya dan orangnya tidak pernah menjadi korban pencurian dengan kekerasan atau begal. Kita juga menelusuri ke RSUD dan Rumah Sakit lainnya yang ada di Kabupaten Sumedang, terjadi tidak ada korban pembacokan oleh begal," tegasnya saat konferensi pers di Halaman Mapolres Sumedang, Jumat (25/10).

Sedangkan untuk HH (41) yang berprofesi sebagai guru, sambung Nikki, pihaknya mewajibkan untuk wajib lapor dan membuat vidio permintaan maaf yang harus disebarkan ke media sosial oleh dirinya sendiri.

"HH ini kita amankan, karena dirinya turut mengomentari dengan kalimat menyudutkan Institusi Polres Sumedang. Dan atas tindakannya tersebut HH harus wajib lapor hari senin dan kamis, selain itu membuat vidio permintaan maaf yang harus disebarkan," ujarnya.

Atas perbuatannya AIT, sambungnya lagi, dikenakan Pasal 14 ayat (1) UU RI no.01 tahun 1946 tentang peraturan hukum Pidana dan atau Pasal 45 A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

"Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu, satu Handphone Merk iCherry Model/Type iCherry C211 warna hitam," ucapnya

Nikki juga menghimbau, agar masyarakat lebih bijak dan beretika dalam menggunakan media sosial. Dan yang terpenting kroscek lagi sebelum ikut menyebarkan informasi.

Untuk data Curas yang terjadi di Kabupaten Sumedang, tambah Nikki, dari 1 Januari 2019 hingga 24 Oktober 2019 juga tergolong rendah dan tiap tahun terus turun.

Yaitu hanya ada 16 kasus. Dan enam kasus di antaranya, sudah berhasil diungkap jajarannya.

"Dari 16 kasus itu, yang masuk kategori curas atau pembegalan di jalan raya hanya ada 6 kasus. Selain itu, 3 di antaranya juga sudah berhasil diungkap," tandasnya. **