Kota, KORSUM.NET - Pembangunan keagamaan merupakan salah satu bidang yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Sumedang. Salah satu penerapan nilai-nilai agama dalam sendi kehidupan di Kabupaten Sumedang sebagai implementasi Visi Sumedang Agamis adalah melalui pelaksanaan salat subuh berjamaah.

Sebagaimana dilaksanakan pada Rabu (16/10/2019), Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir didampingi Sekretaris Daerah Herman Suryatman melaksanakan Salat Subuh berjamaah di Mesjid Al-Ikhlas Dusun Kosambian Desa Keboncau Kecamatan Ujungjaya.

Turut hadir dalam rombongan, para pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah, para Kepala SKPD, unsur MUI, Kantor Kemenag, dan Baznas Sumedang.

Menyambut kedatangan Bupati beserta rombongan, Camat Ujungjaya Didin Hermawan dalam kesempatan tersebut memaparkan kondisi Kecamatan Ujungjaya terkait dengan pelaksanaan Visi Sumedang Simpati.

Dikatakan Didin, berkenaan dengan Visi Sumedang Sejahtera khususnya program pengurangan angka kemiskinan, saat ini Pemerintah kecamatan Ujungjaya dengan seluruh komponen desa tengah memperjuangkan alokasi APBDes tahun 2019 untuk memperbaiki rumah tidak layak huni.

Dalam upaya mendukung hal tersebut, atas inisiasi UPZ kecamatan Ujungjaya pihaknya kini melakukan silaturahmi ke mesjid-mesjid di Kecamatan Ujungjaya untuk mengoptimalkan pengumpulan dan pengelolaan zakat mal di Kecamatan Ujungjaya.

"Potensi zakat mal itu jauh lebih besar daripada zakat fitrah. Manakala potensi zakat mal dapat dioptimalkan, tentu akan bersinergi dengan program Sumedang Simpati dalam mensejahterakan masyarakat," ujarnya.

Didin pun menghaturkan terima kasih atas kebijakan Bupati yang berkenan memenuhi harapan masyarakat Ujungjaya dalam membangun infrastruktur jalan  dimulai dari ruas Jalan Conggeang sampai pertigaan Gordah kemudian dari Gordah melingkar ke Kebon Cau.

"Hal ini sangat menggembirakan bagi masyarakat Ujungjaya. Apalagi dengan ditetapkannya Ujungjaya sebagai salah satu kawasan industri tentu memberikan harapan yang besar bagi kami untuk meningkatkan kesejahteraan (masyarakat setempat). Jangan sampai terjadi 'Jati kasilih ku Junti'," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas segala bentuk perhatian, bantuan dan partisipasi dari warga masyarakat Ujungjaya dalam proses pembangunan di Kabupaten Sumedang khususnya pembangunan di Kecamatan Ujungjaya.

"Saya yakin masyarakat Ujungjaya sudah mencurahkan tenaga dan pikiran untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Sumedang, 'Haturnuhun'  atas segala bentuk dukungannya. Semoga dibalas oleh Allah SWT," tuturnya.

Secara singkat Bupati memaparkan Visi Sumedang Simpati kepada warga yang hadir. Menurutnya, hal ini perlu disampaikan untuk memberikan informasi, pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat akan arti pentingnya Visi Sumedang Simpati dengan harapan masyarakat bisa ikut bersama-sama dalam mewujudkannya.

"Harapan disampaikan (Visi Misi) supaya bisa diketahui, dipahami dan disadari masyarakat sehingga bisa ikut berpartisipasi dan berkontribusi karena pembangunan bisa terwujud apabila didukung oleh semuanya. Bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi menjadi kewajiban seluruh warga masyarakat Sumedang harus bersatu, kerja sama mewujudkannya," harap bupati.

Usai melaksanakan salat subuh berjamaah, Bupati bersama rombongan meninjau langsung pembangunan beberapa ruas jalan di Ujungjaya mulai dari pembangunan ruas Jalan Keboncau - Kudangwangi - Keboncau - Sukamulya dan pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Ujungjaya dengan Conggeang.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap banjir, bupati juga meninjau saluran air Kali Cihaur yang menuju areal pesawahan di Desa Kudangwangi dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Majalengka, tepatnya Dusun Borojol Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati yang menjadi langganan banjir. Banjir disebabkan luapan dari anak Sungai Cimanuk yang mengalir dari komplek melalui irigasi yang kecil dan dangkal.

Sebagai solusinya, Bupati meminta kepada Kadis PU dan Camat untuk berkoordinasi dengan Camat Kertajati Kabupaten Majalengka dan pihak BBWS Cimanuk Cisanggarung untuk membahas permasalahan banjir tahunan yang biasa melanda agar tidak terulang kembali.