Hidayat, Manajer Produksi PT.Natatex Prima

SUMEDANG - Pabrik tekstil milik PT. Natatex Prima yang berlokasi di Kecamatan Ciamanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat membantah pihaknya menjadi penyebab utama pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Pihak manajemen pabrik tekstil tersebut tidak menampik bahwa hingga saat ini, pabrik tersebut masih membuang limbah airnya ke kali Cimande. Meskipun begitu, volume limbah yang dibuang pabrik tekstilnya telah melalui sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang ramah lingkungan.

"Kami membantah sekali terhadap pemeberitaan salah satu media online yang telah memberitakan perusahaan kami tidak memiliki IPAL, kami bantah sekali berita itu, karena kami sudah punya fasilitas pengelolaan limbah yang lengkap," kata Hidayat Manajer Produksi PT Natatex diwawancara di PT Natatex, Kamis (10/10/2019).

Dikatakan Hidayat, proses IPAL perusahaan kami sudah lengkap, yakni sistem aerasi, kimia, fisika, biologi, dan yang paling terakhir ada ikan koi di outlet terakhir, jadi proses pembuangan limbah kami sudah ramah lingkungan " katanya.

Menurut Hidayat, pabrik kami sudah memenuhi standard Instalasi Pengelolaan Limbah (IPAL) yang diterapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Limbah akhir memang mengalir ke sungai, namun setelah itu bersih dengan kandungan COD dan BOD yang sudah aman, semuanya dibawah baku mutu, dan kepatuhan atas Baku Mutu dan IPAL dinilai melalui proper setiap 1 bulan sekali oleh Balai Penelitian Pulp dan Kertas (BPPK) Departemen Perindustrian." katanya.

Ditambahkan Hidayat, proses pembuangan limbah perusahaan kami telag melalui proses Aerasi, sedimentasi. Setelah itu, lanjut Hidayat, ada proses penambahan obat kimia fisika, dan netralisasi, bakteri, dan terakhir baru di air asi lagi, dan apabila sudah bening baru dibuang ke outlet IPAL, dan itu dilakukan pengecekan oleh laboratorium dan dimonitor hasilnya oleh BPPK dari Departemen Perindustrian, dan setiap tri wulan kita lapor ke DLHK Kabupaten Sumedang,dan per semester kita bikin laporan juga," ujarnya.