Kota, KORSUM.NET - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang, mengamankan dua pelaku pungutan liar (Pungli) terhadap sopir truk yang biasa beroperasi di Jalan Raya Bandung-Garut, sekitar Parakan Muncang Kecamatan Cimanggung.

Adapun kedua yang berhasil diamankan yaitu Hendri alias Cien warga Cimanggung dan Aulia Artha alias Bray, warga Baleendah, Kabupaten Bandung. Kedua pelaku tersebut merupakan oknum yang tergabung dalam Ormas Ga-Ling.

Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Nikki Ramadhan, mengatakan, awal mula penampakan pelaku, karena ada keresahan dari para supir truk. Perbuatan pelaku dianggap meresahkan karena melakukan  pemerasan terhadap sopir truk angkutan barang, yang melintas di wilayah Rancaekek dan wilayah Cumanggung.

“para pelaku diamankan setelah ada laporan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial facbook. Adapun cara mereka beroperasi yaitu dengan menawarkan jasa pengamanan. Mobil truk dipepet dan setelah berhenti, mereka dipaksa untuk bergabung dan harus mengeluarkan imbalan Rp.‪600.000‬/tahun.

Dan nantinya truk mereka ditempeli sticker Ga-Ling. Sekitar 100 truk sudah diketahui sudah bergabung, dan selain itu dari uang tersebut diperuntukkan untuk pendampingan apabila supir truk mogok, pecah ban dan sampai ditilang oleh polisi,” tuturnya pada sejumlah wartawan di Halaman Mapolres Sumedang, Senin (30/9).

Dari keterangan yang berhasil dikorek penyidik, sambung Nikki, para pelaku mengaku sudah menjalankan aksinya selama dua tahun terakhir. Sementara dari pelaku, diamankan sejumlah barang bukti. Seperti satu buku catatan data kendaraan mobil truk yang telah bermitra, kartu anggota atas nama Hendry Cien, satu lembar kartu anggota atas nama Aulia Artha, dan dua lembar kartu nama biro jasa Ga-Ling atas nama Mas Wins Chandra. Serta  beberapa lembar struk bukti pengiriman uang.

"Kami berkomitmen untuk memberantas segala bentuk pungutan liar, aksi premanisme di wilayah Sumedang. Sementara untuk para korban yang merasa telah dirugikan ulah pelaku, untuk langsung melaporkan ke Polres Sumedang untuk melapor," tegasnya.

Nikki menambahkan, para pelaku saat ini masih kita ambil keterangan dan belum dilakukan penahan. Selain itu para pelaku juga kami wajibkan untuk wajib lapor.

"Sementara sambil menunggu para korban melapor, para pelaku saat ini kami terapkan wajib lapor setia senin dan Kamis," tandasnya **