Kota, KORSUM.NET - Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menargetkan ditahun 2020 nanti, akan men-digitalkan buku uji KIR menjadi Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUE).

Sehingga bukti lulus uji KIR tidak lagi berbentuk buku melainkan dua sertifikat tanda lulus uji, dua stiker hologram dengan QR Code yang ditempel pada kaca depan kendaraan dan satu Smart Card dengan teknologi NFC.

Adapun dengan rencana men-digitalkan buku uji KIR menjadi Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe). Menjadi kendala tersendiri bagi UPT Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumedang. Pasalnya hingga saat ini semua alat uji masih bersifat manual.

"Ya kan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memberikan batas waktu hingga 31 Desember 2019 ini, semua UPT Pengujian Kendaraan Bermotor harus menerapkan BLUe. Sedangkan disini masih manual, jadi nanti di tahun 2020, kita belum bisa menerapkan sistem BLUe tersebut. Dampaknya UPT Pengujian Kendaraan Bermotor terancam tidak bisa melakukan Uji KIR," terang Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dishub Kabupaten Sumedang, Sule Sulaeman saat dikonfirmasi KORSUM.NET di ruang kerjanya, Rabu (6/11).

Untuk menghindari hal tersebut, sambung Sule, pihaknya harus membuat pernyataan kesanggupan  yang dibuat oleh Kepala Daerah (Bupati) ataupun Kepala Dinas Perhubungan ke Direktorat jenderal perhubungan darat. Untuk Kesanggupan atau berupaya memenuhi kebutuhan anggaran untuk menuju BLUe.

"Untuk menerapkan sistem BLUe ini, harus ada pengadaan beberapa alat yang berbasis teknologi. Dan untuk pengadaan tersebut sebelumnya sudah kita ajukan di APBD tapi tidak terakomodir atau selalu dicoret. Kita juga sudah ajukan di APBD Murni tahun 2020 nanti, mudah mudahan tidak dicoret lagi, sehingga tidak berdampak ke PAD (Penghasilan asli daerah) dari uji KIR," tegasnya.

Sementara untuk UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Kabupaten Sumedang sendiri, sambung Sule lagi, sudah terakreditasi B. Bahkan berada di urutan ke 39 dari UPT Pengujian Kendaraan Bermotor di Indonesia. Akan tetapi belum terintegrasi dengan BLUe.

"Di Jawa Barat sendiri baru 4 Kabupaten/kota yang sudah terintegrasi dengan BLUe, yaitu Dishub Kabupaten Bogor, Garut, Majalengka dan Kota Tasikmalaya. Kita disini masih kalah dengan dengan Dishub kabupaten tetangga yaitu Majalengka," ujarnya.

Sule juga menambahkan, kalau hingga tahun depan belum juga terintegrasi dengan BLUe. Kita dilarang untuk melakukan uji KIR, dampaknya para wajib KIR akan beralih ke Kabupaten terdekat, selain itu juga tentu berdampak terhadap PAD kabupaten sumedang.

"Ya mudah mudahan, pemerintah kabupaten sumedang dapat merespon ini, sehingga tidak berdampak pada PAD," tandasnya **