Kota, KORSUM.NET - Bencana pergerakan tanah dan banjir intai beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Sumedang, jelang musim hujan tiba.

Untuk itu warga harus senantiasa waspada terhadap kemungkinan ancaman bencana pergerakan tanah dan banjir yang bisa saja terjadi di pemukimannya.

Pasalnya, hampir seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Sumedang ini, memang sangat berpotensi terjadi bencana pergerakan tanah. Karena topografi-nya, wilayah Sumedang, merupakan daerah perbukitan dan pegunungan.

"Sebentar lagi musim hujan akan segera tiba, warga tentunya harus sudah mulai mewaspadai terhadap kemungkinan bencana pergerakan tanah, yang bisa kapan saja terjadi. Karena dilihat dari topografi-nya, wilayah Sumedang, memang merupakan daerah perbukitan dan pegunungan. Tentunya sangat berpotensi terjadi bencana pergerakan tanah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, H. Ayi Rusmana, melalui Sekretaris BPBD Sumedang Joni Subarya, saat dikonfirmasi KORSUM.NET, Senin (18/11).

Secara keseluruhan, sambung Joni, wilayah Sumedang memiliki kerawanan bencana pergerakan tanah. Meski tingkat kerawanan bencananya tidak semuanya berpotensi tinggi, namun tidak ada salahnya jika melakukan langkah-langkah antisipasi.

"Jadi, apabila warga melihat gejala-gejala pergerakan tanah disekitar pemukimannya, diharapkan segera melaporkan gejala tersebut ke aparat setempat, agar segera dilakukan tindakan atau penanganan, untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Sementara itu jika berkaca pada kejadian sepanjang tahun 2018, di wilayah Sumedang tercatat telah terjadi 280 kejadian bencana pada musim hujan lalu. Untuk itu harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat, agar selalu waspada terhadap kemungkinan bencana.

Adapun berdasarkan catatan bencana pergerakan tanah yang pernah terjadi, yaitu di wilayah Kecamatan Jatinunggal, Sumedang Selatan, Rancakalong, Sumedang Utara, dan beberapa daerah lainnya.

"Pada awal musim hujan saat ini saja, kita sudah menerima 3 laporan kejadian bencana pergerakan tanah, yaitu di wilayah Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan, komplek perumahan baru di wilayah Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara dan di wilayah Kecamatan Pamulihan," tegas Joni.

Untuk potensi bencana banjir di wilayah Kabupaten Sumedang sendiri, tambah Joni, sesuai data yang dimiliki BPBD mencapai 14 titik yang tersebar di beberapa wilayah. Untuk 14 wilayah tersebut meliputi, Kecamatan Jatinangor 5 titik, Cimanggung 4 titik, Ujungjaya 1 titik, Jatigede 1 titik, Tomo 1 titik, Pamulihan 1 titik dan Kecamatan Surian 1 titik.

"Jadi selain bencana pergerakan tanah, warga di Sumedang juga harus mewaspadai bencana banjir yang terdeteksi di 14 titik tadi," tandas Joni. **