Kota, KORSUM.NET - Informasi yang dihimpun KORSUM.NET, bahwa di era kepemimpinan Direktur RSUD Sumedang yang lalu dr. Hilman Taufik WS telah menjaring karyawan untuk rumah sakit swasta yang akan didirikannya. Karena ada beberapa proses yang belum terselesaikan, sehingga berdampak kepada pembangunan Rumah Sakit (RS) tersebut hingga kini belum terealisasikan.

Namun, perekrutan karyawan kadung terjadi, maka diberdayakan di RSUD Sumedang sambil menunggu RS Swasta itu beroperasional atas dasar RSUD Sumedang masih kekurangan karyawan dengan status Pegawai Harian Lepas (PHL).

Terkait hal tersebut, dikonfirmasi KORSUM.NET, mantan Direktur RSUD Sumedang yang kini menjabat sebagai Asisten Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, dr.Hilman Taufik WS, mengatakan, bahwa RSUD Sumedang dengan pengakuan Akreditasi Paripurna Bintang Lima (APBL), wajib melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk menjaga pelayanan mutu dan fokus kepada keselamatan pasien.

“RSUD Sumedang dengan pengakuan APBL syaratnya wajib melaksanakan SPM dalam menjaga pelayanan mutu dan fokus kepada keselamatan pasien. Termasuk SDM ada standarnya, tidak boleh di bawah standar, baik standar kompetensi maupun standar jumlah,” kata dr. Hilman saat dikonfirmasi, Jumat lalu (8/11).

Ia melanjutkan, karena pada saat ini untuk beberapa standar SDM masih kurang dan sambil menunggu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maka diadakan Tenaga Harian Lepas atau PHL maksudnya tenaga tersebut diberikan tugas sesuai dengan Standar Opersional Prosedur (SOP) melalui proses magang setelah kompetensinya sesuai dengan standar diberikan tugas dengan status tenaga harian lepas.

“Dalam persiapan CPNS, maka diadakan tenaga harian lepas atau PHL maksudnya tenaga tersebut diberikan tugas sesuai dengan SOP melalui proses magang setelah kompetensinya sesuai dengan standar maka diberikan tugas dengan status tenaga harian lepas dalam artian bukan tenaga tetap sewaktu waktu apabila sudah ada tenaga CPNS maka kontraknya dihentikan,” terangnya.

Dikonfirmasi KORSUM.NET, Direktur RSUD Sumedang dr. Aceng Solahudin mengaku bahwa dalam tiga bulan ini, mereka (90 karyawan) masih tetap statusnya PHL dan nanti bulan Januari 2020 akan ada keputusan dari pihak RSUD Sumedang, namun, setelah menjaring informasi dari bidang bidang, salah satunya untuk bidang apoteker saja masih kekurangan dan memang diantara 90 karyawan tersebut yang bagian apoteker sangat dibutuhkan di RSUD Sumedang.

“Jadi, intinya memang 90 karyawan tersebut dibutuhkan di RSUD Sumedang, dan mereka yang 90 karyawan tersebut semuanya lolos ketika RSUD Sumedang mengadakan rekrutmen karyawan beberapa waktu lalu. Dan mereka sudah membuat surat pernyataaan bahwa telah mengundurkan diri dari RSU Sumedang Medical Center (SMC).

Meski jadi beban RSUD Sumedang, tapi memang dibutuhkan di RSUD Sumedang,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (14/11), di ruang Kabag Umum pada RSUD Sumedang,”.ujarnya.**