Daramaraja, KORSUM.NET - Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melaksanakan Pencanangan Gerakan pemulihan DAS Nasional
dan Launching bibit produktif tahun 2019. Kegiatan ini  berbarengan penanaman bibit pohon produktif  bertempat dilapangan Sukaratu Kecamatan Darmaraja, senin (18/11).

Kegiatan Gerakan Nasional DAS  dicanangkan Kadishut Provinsi Jawa Barat ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan Dirjen PDASHL Kementrian LHK tentang pemanfaatan bibit dari persemaian permanen BPDASHL Cimanuk Citanduy dan surat perjanjian kerjasama antara kepala BPDASHL Cimanuk Citanduy dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumedang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan, Forkopimda Kabupaten Sumedang, Kepala Bapedas Cimanuk Citanduy,  Sekda Kabupaten Sumedang Herman Suryatman, Ketua TP. PKK Kabupaten Sumedang Susi Gantini, Para Kepala OPD, Para Camat, Para Kepala Desa.

Ketua Penyelengara Kepala Bapedas HL Cimanuk Citanduy Ir. Rukmadayadi, M.Si dalam laporannya menyampaikan Gerakan Nasional DAS yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup merupakan peleburan dari Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2019. Tujuan kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi yang melibatkan multi pihak dan pemanfaatan teknologi sebagai upaya pemulihan DAS.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bahwa Gerakan Nasional DAS yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan telah dimulai di Jawa Barat hari ini ditandai dengan penanaman pohon produktif. diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat sehingga dapat dijadikan sebagai momentum kolaborasi semua elemen masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat  dalam rangka rehabilitasi hutan dan lahan" harapnya.

Ia menyebutkan, Bapedas HL Cimanuk Citanduy berpartisipasi dalam percepatan penutupan lahan  khususnya diwilayah daerah tangkapan air waduk Jatigede yaitu dengan menyediakan bibit  diantaranya bibit persemaian permanen di Purwakarta, persemaian Garut dan persemaian Kadipaten dengan jumlah total setiap tahun mendekati dua juta lima ratus ribu batang.

Pembagian bibit produktif sebanyak 358 ribu batang khusus untuk Kabupaten Sumedang sebanyak 19.850 batang yang dikoordinir LH Kabupaten Sumedang dan 42 ribu dikoordinir oleh JDK wilayah 9. Disamping bibit dimaksud khusus untuk kabupaten Sumedang pada tahun 2019 telah dibangun total 183 bibit rakyat di Jawa Barat dan 21 di kabupaten Sumedang dengan jumlah bibit kurang lebih 630 ribu batang ditambah 3 kebun bibit desa dengan jumlah 180 ribu batang sehingga untuk tahun 2019 kabupaten Sumedang mendapat alokasi 870 ribu batang.

"Sesuai dengan kebijakan bapak bupati bahwa pada tahun ini harus dialokasikan 1 juta maka sisanya kurang lebih 350 batang secara bertahap kami penuhi dari bibit persemaian permanen" terangnya.

Bupati  Sumedang H. Dony Ahmad Munir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada BAPEDAS Cimanuk Citanduy dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat yang telah berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Sumedang melaksanakan kegiatan penghijauan sekaligus launching bibit produktif.

"Terimakasih kepada BAPEDAS Cimanuk Citanduy dan Dinas LHK Provinsi Jawa Barat yang melaksanakan sebuah kegiatan positif berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat Sumedang menjadikan sebuah gerakan untuk menanam dan merehabilitasi lahan kritis di Sumedang khususnya gunung dan daerah aliran sungai" ujarnya.

Bupati mengharapkan, kegiatan tersebut hendaknya tidak hanya bersifat formalitas semata akan tetapi dapat terus  dipelihara. Ia pun meminta seluruh komponen masyarakat mulai dari pemerintah kecamatan, Desa, unsur TNI, Polri, untuk terus menjaga dan merawatnya sehingga  bibit tanaman tumbuh berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Terus dikawal, ada zona marking yaitu pengawalan tiap zona untuk hasil tanaman ini.  Oleh karena itu itu, saya mengajak  untuk bersungguh sungguh melakukan penanaman dan merawatnya sehingga acara ini tidak lagi hanya penanaman. Tetapi  tahun depan acaranya adalah melihat penanaman bibit pohon hasil tahun sebelumnya, intinya harus ada progres yang kita lakukan" pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhzanul Ulum dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Ir. H. Evi Kustiawan MP mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk di Jawa Barat saat ini telah mencapai lebih dari 48 juta jiwa. Hal ini mengakibatkan meningkatnya beban dan tekanan terhadap sumber daya alam, hutan, tanah dan air serta meningkatnya lahan yang tidak memiliki fungsi pengaturan tata air.

Dikatakan lebih lanjut, melalui Gerakan pemulihan DAS tahun 2019 dengan menanam dan memelihara pohon akan membuat tanah Jawa Barat lebih lestari dan hijau serta dapat mengembalikan Jawa barat sebagai bumi parahiangan sekaligus dapat berperan memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

"Gerakan peliharaan  DAS adalah merupakan gerakan untuk menumbuhkan spirit motivasi dan modal sosial secara kolektif dari seluruh warga jawa barat untuk melakukan penanaman dan pemeliharaan tanaman produktif yang memiliki fungsi ekonomi dan perbaikan lingkungan hidup," ujarnya.

Ia pun menambahkan, mengingat peran dan fungsi pohon yang sangat penting dalam kehidupan. Dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat Jawa Barat khususnya warga Kabupaten Sumedang agar terus melakukan upaya penyelamatan lingkungan hidup khususnya dalam merehabilitasi dan konservasi tanah dengan dedikasi dan komitmen tinggi.**