Kota, KORSUM.NET - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) memberikan bantuan stimulant burung puyuh kepada kader UPPKS (Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera).

Pemberian bantuan secara simbolis dilakukan Kepala Dinas PPKB Kabupaten Sumedang Hj. Ani Gestaviani kepada perwakilan kelompok disaksikan kepala Dinas Peternakan Ade Guntara Ardi Senin (18/11) di Gedung Negara(GN) Kabupaten Sumedang.

Dijelaskan Hj. Ani sedikitnya ada 7 kelompok UPPKS yang mendapatkan bantuan dimana setiap kelompok UPPKS mendapatkan bantuan 1000 ekor plus kandang, pakan serta obat obatan.

"Tentunya ini semua menjadi modal bagi kelompok untuk terus mengembangkan usaha budidaya puyuhnya," terang Ani.

Dikatakan Ani sebelum mendapatkan bantuan puyuh, para kelompok ini mendapatkan pencerahan tentang budidaya puyuh, hal ini dilakukan agar mereka lebih siap dalam memanfaatkan bantuan tersebut.

"Pada dasarnya bantuan ini bersifat stimulant dengan harapan dapat membantu mengentaskan kemiskinan aebagaimana visi misi Sumedang Simpati," jelas Ani.

Sementara ditempat yang sama Selamet Wuryadi sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut meberikan pencerahan kepada kelompok kader UPPKS dan lintas sektoral bahwa kandungan telur puyuh rendah kolesterol.

"Saya  menemukan fakta bahwa telur puyuh memiliki kandungan kolestrol yang rendah sehingga  menapik anggapan sebagian masyarakat tentang telur puyuh yang memiliki kolestrol tinggi." Jelas Selamet usai memberikan penyuluhan di Gedung Negara (GN)Sumedang Senin (18/11/2019).

Seperti diketahui, Slamet memiliki tiga perusahaan yakni CV Slamet Quail Farm, PT Pondok Puyuh Indonesia, Pondok Wirausaha CFE-SQF.

Central perusahaan puyuh ini adalah CV. Slamet Quail Farm, sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 2002 di sekitar kediaman Slamet yaitu di Desa Cilangkap Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi. Kini selamet memiliki 100 lebih karyawan  dan memiliki asset sebanyak 36,5 milyar.