Kota, KORSUM.NET -Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) akan jemput bola ke 88 desa menjelang Pilkades Serentak digelar. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi serentaknya masyarakat datang ke Disdukcapil disaat Pilkades serentak yang sudah dekat.

Seperti diutarakan Kepala Dinas Dukcapil Ahmad Kusnadi di gedung negara kemarin Selasa (5/11). Arti jemput bola itu kata dia, akan mengkonsolidasikan data penduduk pada masyarakat desa yang akan menggelar Pilkades serentak.

"Sebab pada akhirnya juga, desa yang akan Pilkades serentak itu pasti akan meminta validasi jumlah penduduk desa masing-masing. Ketimbang nanti disaat Pilkades sudah dekat datang serentak ke Disdukcapil, maka lebih baik jemput bola," tuturnya.

Namanya Pilkades serentak pasti semua akan serentak maka harus dijemput bola. Namun bila jauh sebelumnya katanya lagi, masyarakat diajak berkomunikasi agar segera benahi validasi data kependudukan, masih banyak waktu ke Pilkades.

Berdasarkan data Disdukcapil, ada sekitar 31 ribu wajib KTP yang masih belum punya KTP-El. Sehingga dengan program jemput bola, akan sekaligus menyisir para wajib KTP-El untuk segera diselesaikan.

"Termasuk akan lakukan penyisiran ulang setelah verifikasi ke OTD eks-lokasi Jatigede sesuai usulan Komisi 1 DPRD. Dan akan diprogramkan untuk OTD Jatigede bagi yang belum lakukan perbaikan data kependudukan,"ujarnya.

Meskipun diakui belum maksimal pelayanan publik terkait Sapras, namun Kadisdukcapil menyebut soal kebijakan bupati yang rencananya tahun 2020 yang akan membangun kantor Disdukcapil di lingkungan gedung negara.**