Kota, KORSUM.NET - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) meminta maaf kepada masyarakat pemohon KTP-el karena sampai saat ini blangko KTP masih belum tersedia (kosong). Meskipun sudah berupaya memohon ke pusat, namun masih belum turun.

Demikian disampaikan Kepala Disdukcapil kabupaten Sumedang, Ahmad Kusnadi, kepada Korsum.Net di ruang kerjanya, Senin (25/11). “Kemarin ke Jakarta koordinasi di kementerian Dalam Negeri Dirjen Disdukcapil. Insya Allah awal 2020 semua kekurangan blangko KTP akan terpenuhi,” katanya.

Ketersediaan blangko masih menunggu droping dari pusat, lanjut dia, sehingga masyarakat diminta sabar karena Surat Keterangan (Suket) sama fungsinya dengan e-KTP.

Berdasarkan data, kebutuhan blangko KTP sekitar 15 ribu keping yang kondisinya harus langsung dicetak. Permohonan terus dilakukan, kata Ahmad, tapi ketersediaan blangko dari pusat sangat terbatas.
"Adapun nanti jika blangko itu datangnya secara bertahap, maka akan diproses sesuai dengan pemohonan KTP-elyang paling awal,” ujarnya.

Ke Jakarta itu, lanjutnya, berkoordinasi juga terkait masalah cakupan akte kelahiran. Setiap kabupaten/kota harus mencapai target 92% dari wajib akte.

“Sumedang nasih dibawah target nasional sehingga akan melangkah di September ini secara berkala laksanakan jemput bola dan penyisiran ke 7 kelurahan dan 3 desa binaan mengintervensi semua adminduk yang ditargetkan harus memiliki sistem,” sebutnya.

Ditambahkan, program jemput bola pelayanan keliling dokumen kependudukan diawali Seni (25/11) yaitu Desa Serang Cimalaka dilanjut ke Kecamatan Ganeas, Pasar Sandang Sumedang kota. Desa Margalaksana Sumedang Selatan termasuk pelayanan disaat HUT Korpri di IPP Sumedang.**