Kota, KORSUM.NET - Dalam waktu dekat ini, Dinas perhubungan (Dishub) akan lakukan evaluasi secara total semua SK Trayek angkutan umum karena dianggapnya sudah tidak sesuai dengan kondisi eksisting Sumedang saat ini sehingga perlu adanya penataan ulang.

"Penataan ulang trayek itu penyesuaian dalam sektor bidang perhubungan secara umum seiring berkembangnya jaman dan bertambahnya penduduk," kata Kadishub, Surrys Laksana Putra kepada Korsum.Net di ruang kerjanya, Kamis (14/11).

Sebab, lanjut dia, sebagian besar SK Trayek itu dikeluarkan tahun 2020 yang disesuaikan dengan kondisi Sumedang waktu itu. Tapi kini Dishub harus mengkaji lebih dalam, memotret kebutuhan jaringan trayek angkutan umum.

"Penataan ulang SK trayek harus dilakukan karena tuntutan jaman seiring pesatnya perkembangan ekonomi dimana wajah Sumedang berubah akibat adanya 3 isu proyek nasional yakni Tol Cisumdawu, Waduk Jatigede, dan Bandara Kertajati," ujarnya.

Tak sedikit pembangunan jalan baru oleh pihak Tol, tapi banyak pula ruas jalan yang hilang tergenang Waduk Jatigede. Perkembangan ekonomi kearah Ujungjaya sebagai kawasan industri dan Jatigede sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Tidak hanya penataan ulang penyesuaian, namun jika perlu SK trayek itu direvisi bila sudah tak sesuai dengan kondisi dilapangan karena adanya ruas jalan baru dan hilangnya ruas jalan lama.

"Seperti di Kecamatan Wado lanjutnya, kini sudah tidak ada terminal bahkan sudah ada jalan lingkar sehingga trayeknya mau dibikin seperti apa?," tandasnya.

Surrys juga menyinggung soal terminal disetiap kecamatan. Kata dia, penataan ulang trayek angkutan umum harus diiringi dengan pembangunan Sub Terminal atau minimal tempat pemberhentian sementara yang layak dan aman.

"Terminal itu merupakan simpul lalu lintas karena di terminal tempat berkumpulnya angkutan umum dan naik turunnya penumpang. Namun tentu pembangunan terminal ini harus didorong dengan anggaran," katanya. **