Kota, KORSUM.NET - Cucu Samsu (45) Warga Cipada Kota Kulon tertegun saat melihat Kandang Ayam seluas kurang lebih 30x7,5 meter miliknya ludes dilalap sijago merah, sekira pukul 11.15 WIB, Sabtu, (16/11/2019)

Terbakarnya Kandang ayam yang berlokasi di Dusun Peusar Rt 02 Rw 05 Desa Baginda Sumedang Selatan Sumedang milik ASN Kemenag tersebut hingga kini masih menyisakan misteri mengingat hingga kini belum jelas asal-muasal timbulnya api yang meludeskan kandang ayam miliknya.

Ketua RW 05, Didi Mengatakan tidak ada yang tahu persis asal muasal titik api, hanya menurut saksi mata warga yang tengah mencangkul padi sempat melihat titik api mengepul hebat dari tempat kejadian perkara.

"Tidak ada yang tahu sebab penyebabnya munculnya titik api, imformasi baru didapat dari warga yang mencangkul di sawah," ujarnya.

Disinggung terkait penyebab timbulnya api, Didi tidak tahu hanya berdasarkan keterangan salah seorang kerabat korban apabila berasal dari kelistrikan sudah lama diputus. Jadi tidak mungkin berasal dari kelistrikan.

"Apabila berasal dari aktvitas pembakaran warga juga tidak mungkin karena tidak ada aktivitas warga yang melakukan pembakaran" ujar Didi.

Dijelaskannya, api diperkirakan diketahui warga pukul 11.15 WiB. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 01.00 WIB setelah Regu pemadam kebakaran dari dinas Damkar tiba di lokasi dan bergerak cepat mengantisifasi menjalarlan api ke areal sekitar, dengan menggunakan air dari kolam warga setempat."tambahnya.

"Setidaknya dua unit mobil kebakaran diterjunkan untuk mengantisipasi pemadaman titik api,"ujar Arifin Rachmat Danton Dinas kebakaran saat ditemui di lokasi kejadian.

Arifin menambahkan pihaknya menerjunkan sekitar 15 Orang untuk menjinakan api. Dengan mengambil air dari kolam warga sekitar. Api baru dijinakan sekitar pukul 01.00 WIB.

"Kami baru menyelesaikan pemadaman sekitar pukul 01.00 WIB, dengan 15 orang anggota pemadam kebakaran dibantu warga."ujarnya seraya menyatakan bahwa lokasi tersebut sangat dekat dengan bangunan kandang ayam lainnya yang berjarak hanya beberapa meter serta pemukiman warga.

Ia pun menghimbau agar hati-hati karena cuaca masih belum stabil kemungkinan potensi kebakaran masih mengancam. Menurut catatan di dinas kebakaran Kabupaten Sumedang sepanjang bulan Januari hingga november 2019 sudah terjadi sekitar 233 kasus kebakatan dengan kerugian belasan miliar.**