Cimalaka, KORSUM.NET - Program Warung Tatali Asih Bhabinkamtibmas merupakan salah satu bentuk komitmen dalam mendukung perwujudan Program Sumedang Simpati di bidang pengentasan kemiskinan, dimana dimana setiap pelaku usaha kecil diberi bantuan modal sehingga para pelaku usaha disamping mampu meningkatkan penghasilan, juga wajib menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk membantu kehidupan tiga jompo atau anak yatim.

Berdasarkan hal tersebut Polres Sumedang dan BAZNAS Kabupaten Sumedang, resmi menandatangani MoU, untuk mewujudkan kerjasama untuk menyalurkan bantuan modal usaha perdagangan kepada masyarakat kurang mampu, anak yatim, jompo agar mampu mencukupi kebutuhan hidupnya secara mandiri.

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo mengatakan, program ini awalnya hanya dua warung di wilayah Tanjungkerta yang dibantu. Akan tetapi setelah dievaluasi ternyata berhasil.

"Program ini sebenarnya sudah digagas lama dengan Baznas, ini tujuannya untuk mengembangkan program tatali asih. Dimana sebelumnya berhasil dilaksanakan di Kecamatan Tanjungkerta. Saat ini kita akan kembangkan di semua kecamatan di kabupaten sumedang," ujarnya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, usia melakukan MoU Warung Tatali di Kecamatan Cimalaka, Jumat (1/11).

Adanya program Tatali Asih ini, Sambung Hartoyo, ternyata banyak dirasakan manfaatnya, selain dapat membantu orang tidak mampu, para pelaku yang mendapatkan bantuan program ini juga terlepas dari terjerat rentenir, sehingga saat ini mereka sudah tidak mau pinjam ke rentenir lagi.

"Ini sebenarnya langkah ke 2 tahap ke 4 diterapkan di semua kecamatan di Kabupaten Sumedang. Harapannya dengan makin banyaknya penerima program Tatali Asih ini, makin juga banyak manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,"

Sementara untuk jumlah penerima program Tatali Asih ini, Sambungnya lagi, sudah berjumlah 136 penerima, dan hari ini juga ada 66 penerima manfaat lagi yang mendapatkan program tatali asih.

"Kedepan akan evaluasi terus terus, agar program ini terus berkesinambungan dan dapat dirasakan oleh masyarakat khususnya masyarakat yang kurang mampu," tandasnya

Ditempat yang sama, Ketua Baznas Kabupaten Sumedang, Ali Badjri mengatakan, adanya program ini sejalan dengan peran dan fungsi Baznas Kabupaten Sumedang dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan penanggulangan masalah sosial, maka penyelenggaraan program Tata Asih yang digagas oleh Bhabinkamtibmas Kabupaten Sumedang untuk membantu masyarakat kurang mampu, anak yatim dan jompo.

"Tentu ini, perlu mendapat apresiasi dan dukungan khususnya dari pihak Baznas yang memiliki kepentingan dalam mewujudkan peningkatan taraf kehidupan masyarakat kurang mampu," tuturnya.

Program Warung Tatali Asih Bhabinkamtibmas, sambung Ali, merupakan salah satu bentuk komitmen dalam mendukung perwujudan Program Sumedang Simpati di bidang pengentasan kemiskinan, dimana setiap pelaku usaha kecil diberi bantuan modal sehingga para pelaku usaha disamping mampu meningkatkan penghasilan, juga wajib menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk membantu kehidupan 3 (tiga) jompo atau anak yatim.

"Melalui program diharapkan masyarakat yang menerima manfaat akan mampu meningkatkan penghasilannya agar bisa hidup mandiri, sekaligus belajar untuk lebih berempatikepada sesama yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan sesama," ucapnya.

Ali berharap program ini dapat menjadi
stimulus bagi kita semua untuk terus peduli terhap sesama yang belum berkecukupan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang
mengeluhkan kelaparan dan lain sebagainya.

"Saat ini sudah berjalan 136, ditambah lagi 66 penerima saat ini, dan dari jumlah penerima tersebut, mereka wajib membantu 3 orang orang kurang mampu. Jadi bayangkan program tatali asih ini sudah mampu membantu berapa orang tidak mampu," tandasnya. **