Kota, KORSUM.NET - Sabtu (23/11), Bupati H Dony Ahmad Munir melepas peserta gerak jalan santai dalam rangka Launching Pembentukan Model Kelurahan Kebangsaan di Gedung Kesenian Pacuan Kuda Kelurahan Kotakaler Kecamatan Sumedang Utara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati H. Erwan Setiawan, perwakilan unsur Forkopimda, para Kepala SKPD, Camat, dan  Lurah, pimpinan BUMD, jajaran pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Sumedang, Forkopimka Kecamatan Sumedang Utara, para Kades dan Lurah se-Kecamatn Sumedang Utara, Lurah Kotakaler beserta perangkat kelurahan, Ketua dan Anggota LPM kelurahan, pimpinan Ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, serta warga masyarakat Kelurahan Kotakaler.

Penampilan kesenian berupa seni calung dari Amor Grup serta Tari Jaipong dan Piring dari Sanggar Seni Sona Soni turut meramaikan acara. Tidak ketinggalan Warung Sawios yang menjajakan makanan gratis menjadi rebutan peserta gerak jalan ketika sampai di tempat finish. Di akhir acara, Wakil Bupati beserta perwakilan Forkopimda turut mengundi doorprize bagi peserta gerak jalan dengan hadiah utama dua unit sepeda yang dimenangkan oleh warga Babakan Hurip dan warga Gang Lengkeng Kelurahan Kotakaler.

Dalam sambutannya saat melepas peserta gerak jalan Bupati H. Dony Ahmad Munir mengajak warga Sumedang untuk bersyukur karena telah menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang aman dan damai serta penduduknya diberi kebebasan untuk beribadah sesuai kepercayaannya masing-masing, bebas beraktivitas dan bekerja, bebas mengenyam pendidikan, dan kebebasan lainnya tanpa dikhawatirkan oleh berbagai ancaman yang mengganggu keselamatan.

“Oleh karena itu, kondusifitas yang ada ini harus kita syukuri dengan menjaganya dan mempertahankannya. Mari kita jalankan konsensus bernegara kita yang telah ditetapkan oleh ‘The Founding Fahters’ untuk hidup bersama dalam keberagaman dengan wadah NKRI, dengn dasar Pancasila  dan UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa syarat melaksanakan pembangunan adalah adanya kebersamaan, kerukunan, dan toleransi diantara seluruh unsur masyarakat yang ada.

“Sumedang bisa maju kalau seluruh pihak atau komponen hidup rukun dalam semangat kekeluargaan. Kita bisa menjaga kebersamaan sesama anak bangsa kalau saling membantu, saling menghargai, dan bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita bersama,” katanya pula.

Melalui launching tersebut Bupati juga mengharapkan agar Kelurahan Kotakaler menjadi role model pembauran kebangsaan di tingkat kelurahan yang bisa dicontoh oleh desa atau kelurahan lainny yang ada di Kabaupaten Sumedang.

Sementara itu, Wakil Bupati H. Erwan Setiawan dalam arahannya mengharapkan agar ke depannya kegiatan tersebut ditampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang benar-benar mewakili etnis yang ada tetapi oleh etnis yang berbeda.

“Nanti ke depannya, misalnya ditampilkan seni Barongsai tapi yang mainnya bukan keturunan Tionghoa tetapi Arab. Kemudian Tari Jaipong yang mainnya dari keturunan Tionghoa atau seni-seni lainnya. Dengan begitu bisa kelihatan benar-benar pembaurannya,” tutur Wabup.
Dikatakan Wabup, perbedaan suku bangsa, ras dan budaya akan menjadi sebuah kekuatan nasional apabila dilandasi rasa saling percaya, saling menghormati dan menghargai satu sama lain, sehingga terbina keharmonisan dan kerukunan seluruh bangsa Indonesia.

“Sumedang sudah terkenal dengan keramahtamahannya dan keharmonisannya. Saya tidak ingin mendengar kata-kata yang rasis. Tonjolkan kebersamaan, tinggalkan ego-ego cultural atau kedaerahan. Semoga kebersamaan ini tetap terjaga,” katanya.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Rohayah Atang selaku panitia pnyelenggara menyampaikan, Kegiatan tersebut adalah implementasi dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah yang mengamanatkan agar Pemerintah Daerah melakukan pembinaan pembauran kebangsaan.

“Tujuannya adalah untuk menyatukan semua komponen bangsa walau sebenarnya kita sudah bersatu tanpa harus menghilangkan identitas ras, suku dan etnis masing-masing,” tandasnya.

Menurutnya, alasan dipilih Kelurahan Kotakaler sebagai model kelurahan pembauran kebangsaan adalah karena kelurahan kotakaler penduduknya mempunyai latar belakang yang berbeda mulai dari suku, agama, ras, dan antar golongan.

“Kelurahan Kotakaler dihuni masyarakat dari  berbagai keturunan, mulai dari warga asli Sunda,Tionghoa, Arab, Jawa, Madura, Batak, Minang dan lainnya. Semua hidup rukun dan berdampingan dan berbaur dalam setiap kegiatan,” tuturnya.