Kota, KORSUM.NET - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumedang, Jajang Heryana menyatakan jika Kabupaten Sumedang defisit anggaran mencapai 85 Miliar.

“Defisit Rp 85 miliar setelah berkurangnya dana perimbangan yakni 85 peresen dari 2,8 Triliun. Defisit tersebut salah satunya karena untuk membayar BPJS ASN sebesar  23 Miliar yang menjadi tanggungan daerah," jelasnya Selasa (5/11/2019) ditempat aktifitasnya.

Dijelaskan, pihaknya juga bakal mengevaluasi sejumlah program diseluruh OPD yang ada di Sumedang. Ia menyebut APBD perubahan merupakan reposisi anggaran yang tidak bisa dilaksanakan pada APBD murni 2019.

"Ketika munculnya defisit maka masih banyak program yang belum terakomodir atau anggaran pendapatannya tidak mencukupi. Oleh sebab itu harus dilakukan efisiensi dan menentukan skala prioritas anggaran sampai akhir tahun nanti". Katanya.

Jajang menbahkan, yang seharusnya  dilakukan oleh pemerintah daerah pertama pemangkasan atau efesiensi kegiatan sebanyak 30 persen sesuai urgensi penting mendesak seperti pemangkasan anggaran dinas.

"Kegiatan yang tidak sesuai RPJMD akan dipotong dari awal kegiatan di SKPD. Dan sebagai salah satu alternatif perlu didorong dari sektor retribusi dan pajak supaya bisa meningkat".  Tambahnya.

"Terkait dengan pemangkasan perjalan dinas sudah disepakati bersama. Kegiatan yang kurang penting tidak perlu dilaksanakan diluar Sumedang sebagai bentuk efesiensi." Tuturnya

Politisi dari Golkar tersebut menambahkan, Solusi yang lain untuk menutupi defisit sebesar 85 miliar  dintaranya efesiensi ATK dan lain- lain. "Iya solusinya pemangkasan kegiatan sebesar 30 persen, Efisiensi Perjalanan Dinas, Capacity building harus dilaksanakan di Sumedang dan Efisiensi ATK," Pungkasnya