Kota, KORSUM.NET - Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumedang tengah disorot Komisi 1 DPRD. Disebut-sebut profesionalitas ASN Sumedang dikategorikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN)  "sangat rendah" dibawah rata-rata hanya diangka 52.

“Hal itu, berdasarkan Laporan Hasil Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) tahun 201,” kata Ketua Komisi 1 DPRD Sumedang, Asep Kurnia, usai kunjungan dan pengawasan ke Sekretariat Daerah di IPP, Senin (4/11).

Komisi 1 DPRD membandingkan dengan Profesionalitas ASN Garut dan Indramayu yang diangka 64, meskipun dikategorikan rendah, namun masih lumayan ketimbang dikategorikan sangat rendah.

Kendati demikian, Komisi 1 DPRD mengapresiasi kepada Pemkab Sumedang yang selalu berupaya kearah perbaikan, salah satunya perbaikan profesionalitas ASN-nya.

Namun dipertemuan itu, kata Asep, muncul rilis BKN pengukuran indeks profesionalitas ASN hingga ditemukan tantangan tersendiri bagi Pemda Sumedang yang menempatkan profesionalitas ASN dalam visinya ke-4, yakni Sumedang Simpati.

"Yang menjadi inkator penilaian BKN itu diantaranya kompetensi, kualifikasi, disiplin dan kinerja, dan hal itu diakui Pemda karena belum maksimalnya Diklat dan latihan para ASN-nya,” sebut Asep.

Komisi 1 DPRD lanjutnya, mendorong Pemkab memberikan perhatian serius untuk pendidikan dan latihan sehingga akan menghasilkan ASN yang profesional untuk menggapai harapan besar Pemda yang sudah dicanangkan sebelumnya.

Kita ingin mendorong dari sisi anggaran dimana APBD ini sudah bagus kebijakannya yaitu ada pemotongan 30% jumlah kegiatan. Sehingga perlu diterjemahkan oleh TAPD dengan membuat APBD yang benar pro rakyat,” katanya.**