Kota, KORSUM.NET - Seperti yang telah diberitakan di media ini beberapa waktu lalu bahwa era kepemimpinan Direktur RSUD dr. Hilman telah menjaring karyawan untuk rumah sakit swasta yang akan didirikannya. Karena ada beberapa proses yang belum terselesaikan, sehingga berdampak kepada pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) tersebut hingga kini belum terealisasikan. Perekrutan karyawan kadung terjadi, maka di berdayakan di RSUD Sumedang sambil menunggu RSU Swasta itu beroprasional atas dasar RSUD Sumedang masih kekurangan karyawan dengan status Pegawai Harian Lepas (PHL).

Terkait hal tersebut, dikonfirmasi KORSUM.NET Kepala Bagian (Kabag) Umum pada RSUD Kabupaten Sumedang Agus Hutari mengatakan bahwa dirinya menyesalkan dengan adanya PHL, dikarenakan proses untuk perekrutan pegawai tersebut sudah ada ketentuan dan aturannya.

"Sampai saat ini, saya belum menandatangani berkas orang sebanyak 88 bukan 90 untuk direkrut jadi PHL atau pegawai RSUD Kabupaten Sumedang karena sampai saat ini mereka itu (yang 88 orang) konteksnya untuk di latih di sini (di RSUD Sumedang) artinya yang di latih itu harusnya tidak dibayar," ungkap Kabag Umum saat di konfirmasi, hari ini, Senin (18/11) diruang kerjanya.

Ia melanjutkan, dirinya pernah meminta ke setiap bidang apabila ada kekurangan pegawai silahkan diajukan ke dirinya (Kabag umum) agar bisa terukur kebutuhan secara riilnya, sampai saat ini belum ada pengajuan di setiap bidang.

"Sampai saat ini belum ada pengajuan dari setiap bidang bisa dikatakan untuk tenaga di RSUD Sumedang sampai saat ini masih cukup, dasarnya untuk perekrutan itu kan harus ada dulu kebutuhan dari bidang lalu di uji kompetensikan sesuai dengan keahliannya," katanya.

Disinggung soal yang 80 orang katanya PHL itu status seperti apa? Kabag Umum menjelaskan bahwa dirinya tidak mau terlibat, karena soal perekrutan pegawai sudah ada ketentuannya dan status saat ini yang 80 orang itu adalah untuk pelatihan saja, itu yang saya tahu.**