Kota, KORSUM.NET - Jumlah honorer di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang mencapai 4500 orang. Jumlah tersebut, semakin bertambah setelah sebelumnya di era pemerintahan Bupati Eka Setiawan berjumlah 3999 orang dan seakan hal tersebut susah dihentikan.

Baru-baru ini sempat beredar melaui WhatsApp terkait Surat Penugasan (SP) di lingkungan dinas pendidikan. Dalam 'Bewara di WhatsApp tersebut diberitahukan bahwa SP harus di update untuk persyaratan pemberkasan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Untuk SP usulan yang sudah ada syaratnya, fotocopy SP lama ditambah uang Rp 50 Ribu, sedangkan SP usulan baru, fotocopy SK awal dari sekolah ditambah dengan uang 50 Ribu.

Dimintai tanggapannya, Solihin, Staf Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang mengatakan, SP dipergunakan untuk pemberkasan PPG.

"SP yang sudah dibuat saat ini dipergunakan yang pertama untuk pemberkasan PPG yangg sudah dinyatakan lulus seleksi pre test PPG  dan untuk syarat seleksi akademik PPG," Jelasnya, Senin (11/11/2019). Ditempat aktivitasnya.

Namun, ia membantah ada pungutan dalam pembuatan SP tersebut. Dirinya mengaku tidak ada pungutan sepeserpun.

"Saya tidak tahu ada kabar tentang adanya pungutan untuk Upadate SP padahal disini tidak dipungut sedikitpun," Katanya.

Sebelumnya, Ketua Forum  Komusikasi  Tenaga Honorer (FKTH) Kabupaten Sumedang Nanang Supriatna mengaku sama menerima kabar adanya pembuatan SP dari anggotanya.

"Iya saya juga menerima informasi dari rekan honorer untuk update SP baru dan lama dan menurut kabar dikenai biaya 50 ribu perorang. Tapi Saya belum sempat mananyakan hal tersebut ke Dinas," tuturnya.

Lebih jauh ia mengatakan, yang ia ketahui jumlah tenaga honorer di Sumedang sebanyak 3999.
"Dulu ketika pembagian SP oleh eks Bupati Sumedang Eka Setiawan di Gor Tadjimalela sebanyak 3999 orang namun info yang beredar saat ini kurang lebih mencapai 4500 orang," Jelasnya**