Kota, KORSUM.NET -Sorotan Komisi 1 DPRD terkait soal profesional ASN, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan meningkatkan anggaran pendidikan dan latihan para ASN-nya. Sebab katanya, peningkatan profesionalitas ASN-nya harus ditingkatkan pula anggarannya.

Soal laporan hasil pengukuran indeks profesionalitas ASN dari BKN yang mengkategorikan ASN Sumedang sangat rendah. Bupati Dony Ahmad Munir menyebut, pengukuran pihak BKN itu dimulai tahun 2014 dan dikeluarkan tahun 2018.

Sehingga, meskipun profesionalitas ASN ditempatkan ke-4 dalam visi Sumedang Simpati, namun waktu dikeluarkannya rilis BPK itu kata bupati, dirinya baru menjabat 3 bulan sehingga belum bisa berbuat banyak upaya peningkatan profesional ASN-nya.

"Kita akan ditingkatkan lagi anggaran pendidikan dan latihan para ASN sehingga secara konprenhensif diawal tahun 2020, semuanya akan meningkat termasuk nilainya harus kategori B profesionalitas ASN -nya," tandas bupati di gedung negara, Selasa (5/11).

Pernyataan yang sama disampaikan Sekda Herman Suyatman. Di gedung negara, Selasa (5/11), Sekda menyebut, hampir semua kabupaten dan kota bahwa indeks profesionalitas ASN masih rendah hanya diangka 50-an.

Hanya satu yang dikategorikan sedang yaitu ASN kota Bandung sudah diangka 71, sementara yang lainnya masih kategori rendah. Namun hasil pengukuran BKN itu merupakan motivasi untuk segera lakukan perbaikan.

"Kita segera lakukan perbaikan yaitu mendorong kualifikasi pendidikan formal seperti yang masih SMA didorong jadi S1 (Diploma), yang sudah Diploma didorong jadi S2 dan didorong lagi jadi S3," tandasnya.

Peningkatan kompetensi dan indeksnya lanjut Sekda, akan didorong dengan Diklat dan pelatihan, baik pelatihan teknis, fungsional dan struktural. Termasuk peningkatan sisi kinerja dan disiplin akan genjot terus.

"Mudah-mudahan dalam setahun kedepan, profesionalitas ASN Sumedang akan berada diposisi ditengah bahkan harus diposisi terdepan. Sebab data yang dikeluarkan BKN itu tahun 2018 lalu, "katanya