Kota, KORSUM.NET - Rencana Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mengembalikan gelar Sumedang Kota Buludru, nampaknya harus membutuhkan kerjasama semua pihak.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang, sebagai leading sektor usulan tersebut, terus berbenah menyusun skema penghijauan baik jangka pendek dan jangka panjang. Untuk mensukseskan sumedang kota Buludru, DLHK melibatkan berbagai unsur tetapi lintas sektoral seperti PUPR, Perkim, Satpol PP, Kecamatan, Kelurahan, Desa hingga sampai RT dan RW.

Kabid Persampahan dan Pertamanan pada DLHK Kabupaten Sumedang, Ayuh Hidayat mengatakan, untuk menuju sumedang kota Buludru, skemanya kedepan dibutuhkan perubahan tata letak saluran drainase kota dan trotoar.

"Untuk membuludrukan di setiap jalan wilayah perkotaan, saluran drainase harus bersih. Selain itu harus ada perubahan letak drainase. Karena rencananya nanti saluran drainase itu akan ditutupi oleh trotoar, sedangkan space bekas trotoar akan ditanami oleh pohon," terangnya saat dikonfirmasi KORSUM.NET di ruang kerjanya, Jumat (8/11).

Untuk rencana penghijauan di kawasan Kota Sumedang, sambung Ayuh, dimulai dari gapura selamat datang Cimalaka hingga gapura Ciherang. Untuk kriteria tanaman yang akan ditanam di pinggir jalan pun harus berbagai macam. Selain itu tanamannya juga yang khusus.

"Jenisnya tentunya berbagai macam tanaman, tetapi tidak semua tanaman juga dapat ditanam dipinggir jalan. Ada beberapa jenis tanaman yang nantinya akan disesuaikan. Pasalnya tanaman/pohon juga dapat penilaian tersendiri, jika berkaca pada penilaian Adipura," ujarnya.

Sementara soal kebutuhan pohon tersebut, tambah Ayuh, masih belum dihitung. Karena kedepan kebutuhan pohon akan disesuaikan, mulai dari jalan protokol, Nasional, Provinsi, Kabupaten hingga Desa.

"Kebutuhan itu masih dalam proses perhitungan, dan disesuaikan dengan standar jalan juga," ucapnya

Ayuh juga menambahkan, guna mewujudkan sumedang kota Buludru tersebut juga, butuh sosialisasi untuk merubah Mindset masyarakat dalam membuang sampah. Selain itu juga bagaimana kita mengatasi masyarakat yang dari daerah agar tidak membawa sampah ke wilayah kota, terlebih membuang sampahnya pun sembarangan.

"Untuk mewujudkan itu, harus ada nota kesepahaman bersama Bupati, Muspida, SKPD, Camat, Kades/Lurah sampai RT/RW. Sehingga kita eksen dulu. Untuk rencana sumedang kota Buludru ini,  meliputi dua kecamatan (selatan dan Utara), beberapa kelurahan, dan desa penyangga kota. Dan kita sudah mengundang para kepala RT, RW, Desa, Lurah, Camat hingga Kepala SKPD, untuk memberitahukan mengenai rencana ini, mudah mudahan semuanya bisa solid untuk mewujudkan kembali Sumedang Kota Buludru," tandasnya **