Kota, KORSUM.NET - Sebanyak 565 guru Sekolah Dasar (SD) dan 72 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) promosi dan rotasi penugasan guru menjadi Kepala Sekolah oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir di Pendopo Induk Pusat Pemerintahan (IPP) pada Senin (9/12/2019) kemarin.

Namun puluhan PLT Kepsek yang tidak dilantik meski sudah mengantongi  SK Nomor Undik Kepala Sekolah (NUKS) sejak lama, mereka urung di kukuhkan menjadi Kepsek depinitif.

"Ada beberapa Plt Kepala sekolah yang tidak dapat dilantik atau dikukuhkan menjadi kepala sekolah karena terbentur aturan Kemendikbud tentang penugasan guru dan sebagai Kepala sekolah, yaitu karena faktor usia dan pendidikan.

Kepsek berusia paling tinggi 56 tahun pada waktu pengangkatan pertama sebagai kepala sekolah," Jelas Bupati usai memberikan sambutan pada pelantikan Kepala Sekolah SD dan SMP di IPP, Senin (9/12/2019) Kemarin.

Salah seorang PLT yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dirinya tak ikut dilantik menjadi kepala sekolah depinitif.

"Secara pribadi saya merasa kecewa  meski saya mengetahui semuanya mengacu pada aturan yang berlaku. Yang saya sesalkan kenapa selama kurang lebih dua  tahun setengah saya dan rekan-rekan PLT Kepsek tak kunjung dilantik menjadi kepsek depinitif dan baru sekarang, sementara usia saya sudah lebih dari 56 tahun. Ada apa ini? Padahal saya sejak jadi PLT sudah mempunyai SK NUKS." jelasnya.

Dikatakan, Ia mengaku sudah banyak menghabiskan biaya untuk mengikuti pelatihan untuk mendapatkan NUKS.

"Saya sudah mengikuti diklat ke Solo dengan biaya yang tidak sedikit tapi akhirnya seperti ini NUKS seperti tidak ada gunanya," Ujarnya.